“Penyebab Los sinyal Telkomsel di areal BPB 533 Sawang I Aceh Selatan, karena kabel dan peralatan lain di garong maling sejak beberapa hari lalu. Alhamdulillah sudah diperbaiki, saat ini akses komunikasi dan internet normal kembali,” kata Tim Teknisi Culter Aceh Selatan.
TAPAKTUAN | INFORakyat.co – Ternyata penyebabkondisi jaringan internet loss of signal (kehilangan sinyal dari penyedia layanan) Telkomsel di Desa Sawang I dan Sawang II Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, akibat kabel tower BPB atau Base Transceiver Station (BTS)533 Sawang I di garong (curi) maling.
Informasi tersebut disampaikan Tim Teknisi PT Telkomsel Culter Aceh Selatan kepada INFORakyat.co, Selasa, 07 Juli 2026. Dan Kasus itu sudah dilaporkan kepada pihak berwenang.
"Penyebab Los sinyal Telkomsel di areal BPB 533 Sawang I Aceh Selatan, karena kabel dan peralatan lain di garong maling sejak beberapa hari lalu. Alhamdulillah sudah diperbaiki, saat ini akses komuniasi dan internet normal kembali," kata Tim Teknisi Culter Aceh Selatan saat dikonfirmasi.
Baca Juga:
Sejumlah Bangunan Ludes Dilalap Si Jago Merah di Desa Sinabang Simuelue, Puluhan Warga Terdampak
Bukan faktor kesengajaan dan kesalahan sistem penyebab jaringan komunikasi dan akses internet hilang di Desa Sawang I dan Sawang II, tetapi karena kabel transceiver dan onderdil lain di curi maling.
Setelah material yang diorder dari Medan, Sumatera Utara tiba, peralatan yang dicuri maling itu sudah diperbaiki dan dipasang kembali.
Baca Juga:
Pelayanan Transportasi dan Keselamatan, Dishub Simeulue Cetuskan 5 Program Prioritas Berkelanjutan
"Sudah normal bang, begitu bahannya tiba dari Medan, langsung kami kerjakan dan ditangani sampai tadi malam, Senin, 06 Juli 2026. Saat ini sudah tidak ada kendala lagi. Kondisi kembali membaik," papar salah seorang teknisi saat bertemu di Tapaktuan.
Ia menyebutkan, kabel yang dicuri maling itu sepanjang 80 meter x 8 untai, jumlahnya sekitar 640 meter berbahan tembaga. Bukan hanya kabel saja yang hilang, pencuri juga menjarah peralatan lain. Buntutnya, sistem mengalami masalah dan mengganggu kebutuhan masyarakat.
Menurut Tim teknisi Culter Aceh Selatan, terduga pelaku sudah terindentifikasi, namun sulit dijerat hukum karena disinyalir masih anak dibawah umur.
Diberitakan sebelumnya, masyarakat dua gampong (desa) di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan keluhkan kondisi jaringan internet loss of signal (kehilangan sinyal dari penyedia layanan) selama hampir sebulan.
Herannya, di kawasan dua gampong (desa Sawang I dan Sawang II) merupakan areal terdekat dengan tower (menara) telkomsel, namun sempat mengalami loss signal.
"Sudah kelewatan, hampir sebulan lamanya jaringan internet telkomsel hilang di kawasan gampong kami, Sawang I dan Sawang II, akibatnya sangat merepotkan mengakses digitalisasi yang sudah menjadi kebutuhan vital di era kemajuan," kata Wahyu kepada INFORakyat.co, Jumat, 03 Juli 2026 malam.
Menurut Wahyu, biasanya hilang sinyal internet dan alat komunikasi disebabkan terjadinya pemadaman atau gangguan listrik. Tetapi hampir sebulan ini dapat dipastikan suplai listrik normal, jika pun padam hanya bersifat sementara (sebentar).
"Kami selaku masyarakat merasa kecewa atas kejadian ini, bahkan tidak tahu apa penyebab sehingga jaringan menghilang," papar Wahyu kesal.
Baca Juga:
Keren !! Tingkatkan Kompetensi, 365 Petani Aceh Singkil Mengikuti Pelatihan Kelapa Sawit di Medan
Sekedar diketahui, Gampong Sawang I dan Sawang II berada di lintasan jalan nasional Tapaktuan - Banda Aceh, bukan wilayah pedalaman atau terpencil. Internet sudah menjadi kebutuhan di zaman serba online.
Sumber lain menyebutkan, semenjak sinyal internet hilang, sebagian warga harus pergi ke desa lain untuk mengakses komunikasi.
Usai diperbaiki dan mengetahui penyebab sesungguhnya, warga Sawang I dan Sawang II menyampaikan terima kasih atas gerak cepat, responsif dan perhatian pihak Telkomsel. ||







