“Menjadi hamba penghafal Al-Qur'an adalah kemuliaan besar. Namun tantangan sebenarnya adalah bagaimana menjaga hafalan tersebut dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Pimpinan Pesantren MUQ Aceh Selatan, Dr. (Cand) Tgk. Muhammad Ridho Agung, M.Ag.
TAPAKTUAN | INFORakyat.co – Madrasah Ulumul Qur'an (MUQ) Aceh Selatan, Provinsi Acehmenggelar kegiatan Tasyakuran Khataman Hafalan Al-Qur'an di Masjid Agung Istiqamah Tapaktuan, Sabtu, 23 Mei 2026.
Sebanyak 19 santri mengikuti prosesi tasyakuran khataman hafalan Al-Qur'an sebagai bentuk rasa syukur atas capaian pengetahuan menempuh proses pendidikan dan pembinaan di lingkungan Pesantren MUQ Aceh Selatan.
Bertepatan satria melantunkan hafalan ayat-ayat suci Alquran, Ketua DPRK Aceh Selatan, Hj. Rema Mishul Azwa, SE.Ak tidak kuasa menahan air mata. Ia tampak menangis, bukan karena sedih tetapi terhipnotis dan diselimuti rasa haru bercampur kebahagiaan.
Baca Juga:
3 Terduga pelaku Perambahan Hutan Suaka Margasatwa Rawa Singkil, Diciduk Satreskrim Aceh Selatan
"Sungguh luar biasa Ciptaan Mu ya Allah. Saya bangga dan terharu atas capaian santri MUQ Aceh Selatan dalam menghafal ayat-ayat suci Al Quran. Semoga MUQ Aceh Selatan terus maju untuk melahirkan generasi yang bertaqwa dan mencintai Al Quran dengan bai," ungkap Rema Mishul Azwa penuh keikhlasan.
Sebagai perempuan, sekaligus Ketua DPRK, kami bangga dan mengapresiasi punya putra-putri terbaik dalam menghafal Al-Quran.
Baca Juga:
206 Pelajar SMP se Aceh Selatan Berlaga Dikompetisi FLS3N dan O2SN, Ini peraih Juara selengkapnya
"Tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, takzim kami kepada para ustadz yang telah mendidik dan membina para santri untuk mengamalkan Al Quran. Ini bukan perkara mudah dan gampang, tetapi Ilham yang datang dari Allah SWT," tandasnya.
Ketua panitia pelaksana, UstadzMuhammad Ragil Ichfa, Lc didampingi Tgk. Azhar, S.H sebagai Sekretaris Panitia, melaksanakan rangkaian acara secara tertib, sukses dan aman.
Prosesi syukuran khataman Al-Quran 30 Juz, dibungkus penyampaian sambutan dari wali orangtua santri diwakili oleh Drs. H. Nasrijal.
Pimpinan Pesantren MUQ Aceh Selatan, Dr. (Cand) Tgk. Muhammad Ridho Agung, M.Ag menyampaikan bahwa khataman hafalan Al-Qur'an bukan hanya seremonial semata, melainkan momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur'an dan menjaga hafalan dengan istiqomah.
"Menjadi hamba penghafal Al-Qur'an adalah kemuliaan besar. Namun tantangan sebenarnya adalah bagaimana menjaga hafalan tersebut dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari,"ujarMuhammad Ridho Agung
Baca Juga:
206 Pelajar SMP Aceh Selatan bergelut di event nonakademik, Kompetisi FLS3N dan O2SN membanggakan
Ia menyebutkan, ketika telah memilih menjadi penghafal Al-Quran, maka murojaah adalah profesi kita seumur hidup. Muhammad Ridho Agung, berharap para santri yang telah menyelesaikan hafalannya dapat terus meningkatkan muroja'ah, memperbaiki akhlak, serta menjadi generasi Qur'ani yang bermanfaat bagi masyarakat, agama, dan bangsa.
Ia menjelaskan hubungan umat dengan Al Quran harus mampu menjaga interaksi dan mendalami penghayatannya a secara lafadznya. Maknanya dan amalanya dapat terlihat dalam perilaku kit kehidupan sehari sehari.
"Anak-anak kami para hafiz dan hafizah, mohon tidak berhenti pada hafalan, tetapi mampu menjaga, mengamalkan, dan menjadi pelita bagi masyarakat," imbuhnya lagi.
MUQ Aceh Selatan berharap dapat terus melahirkan generasi hafidz dan hafidzah yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjadi penerang di tengah masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Al-Quran.
Berikut nama19 santri MUQ Aceh Selatan mengikuti Hafiz dan Hafizah Muda MUQ tahun 2026, 30 juz.
1. Teuku Syahraka Azizi bin TeukuDarmansyah, masa pendidikan hafalan 1 tahun, 10 bulan.
2. Muhammad Ali bin Syamsul Bahri, (5 tahun, 8 bulan)
3. Akhdan Arif Athaya bin Yasril (2 tahun, 9 bulan )
4. Hanifa Khaira Umami binti Armiya (4 tahun, 7 bulan)
5. Syarifah Rizky Aisyah binti Said Muzammil (2 tahun, 4 bulan)
6. Hafizah binti Hasmar Hendra (3 tahun, 7 Bulan )
7. Nadira Azzahiraf NS binti Nasrijal (2 tahun, 8 bulan )
8. Ristiyul Hibah binti Safrawi (2 tahun, 8 bulan)
9. Altifa Wafi binti Antorudin (2 tahun, 8 bulan )
10. Dea Aprilia binti Rustam Effendi (2 tahun, 8 bulan )
11. Khadijatul Mutsanna binti Zairi Syam (2 tahun, 8 bulan )
12. Hilwa Adzra Wina binti Darmawi (2 tahun, 8 bulan )
13. Aurel Asyifa Nazila binti Asnalizar (2 tahun, 8 bulan )
14. Angga Syahputra bin Syahrial (4 tahun, 9 bulan )
15. Sri Helma Hafizah binti Suhendi (5 tahun, 10 bulan
16. Al Ikram bin Yon Afrizal (5 tahun, 10 bulan)
17. Fadhilah Tazkya binti Pajri (5 tahun, 10 tahun )
18. Cut Diah Salsabila binti Teuku Eviandi ( 5 tahun, 6 bulan)
19. M. Taufiq Al-Hafidh bin Risizar Nas (5 tahun, 10 bulan)
Kegiatan turut dihadiri Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS. S.E. M.Sos diwakili Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Indra Hidayat, S.Ag, M.Ag. Ketua MPU, Abon Tgk. H Teuku Armia Ahmad. Pembina Yayasan Ulumul Quran Aceh Selatan, H. Ahmad Ibrahim. B.A, Ketua dan anggota DPRK dan pihak berkompeten serta orangtua/wali santri. ||





