"Jika isu yang berkembang tersebut benar adanya, dan diduga disebut-sebut terseret oknum legislator asal Aceh, maka kita sangat prihatin dan kecewa, Isu itu turut mencoreng nama baik Aceh karena Aparat Penegak Hukum harus bertindak atas kebenaran dan fakta sehingga masyarakat tidak dibutakan oleh gelombang isu,” tegas Adrian Plis.
KUTACANE | INFORakyat.co – Publik kembali diguncangkan dengan isu yang beredar di WhatsApp Group (WAG) dan Medsos, sejumlah nama pejabat, politisi, hingga pihak lain diduga memiliki keterkaitan pusaran Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang viral.
Kalangan aktivitas di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh tersulut kecewa, jika informasi yang berseliweran di Medsos itu benar adanya.
"Hati rakyat kembali tergores luka dan kecewa, tujuan untuk asupan gizi generasi penerus bangsa, malah dijadikan ladang korupsi berjamaah. Ini benar-benar memprihatinkan," kata kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tenggara, Adrian Plis kepada INFORakyat, Rabu, 10 Juni 2026 malam.
Baca Juga:
Polres Aceh Selatan tegaskan, 6 WNA Tiongkok Kantongi Izin Resmi aktivitas Survei Investasi Tambang
Adrian menambah, program dan sasaran pemerintah melahirkan MBG sangat bermanfaat dalam memberi asupan nutrisi kepada generasi muda yang masih mengenyam pendidikan dari TK hingga SLTA, ibu hamil dan lainnya menuju generasi emas.
"Jika isu yang berkembang tersebut benar adanya, dan diduga disebut-sebut terseretoknum legislator asal Aceh, maka kita sangat prihatin dan kecewa, Isu itu turut mencoreng nama baik Aceh karenanya Aparat Penegak Hukum (APH) harus bertindak atas kebenaran dan fakta sehingga masyarakat tidak dibutakan oleh gelombang isu," tegas Adrian Plis.
Baca Juga:
Kawal Keamanan Lingkungan Warga, URC Satreskrim Polres Aceh Tenggara Gencar gelar Patroli
Menurut pegiat LSM GMNI Aceh Tenggara itu, apabila informasi itu benar adanya, maka APH harus bertindak tegas hingga ke akar-akarnya. Dan jika isu tersebut bersifat hoax, juga harus diselidiki selurus-lurusnya dalang dibalik itu.
"Banarkah oknum legislator asal Aceh ikut diduga terseret arus korupsi MBG??, patut dipertanyakan demi kejelasan hukumnya," tandas Adrian lagi , penuh rasa keprihatinan.
Informasi berkembang luas, dan turut dirangkum di media massa, usai Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkapkepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana serta mantan wakil BGN Soni Sanjaya dan Lodewyk, pada 3 Juni 2026 lalu, pusaran kasus itu kian menggoda untuk diikuti.
Terkini, berselancar sejumlah nama di WAG dan Medsos, mulai dari pejabat, politisi dan kalangan wiraswasta. Bahkan, Wakil Kepala BGN Soni Sonjaya mengaku ada 20 nama terlibat.
Tidak tanggung-tanggung, lebih 20 nama diduga dan diisukan terseret pusaran penyelewengan MBG, termasuk dikaitkan dengan oknum legislator asal Aceh.
Di kutip lansiran sejumlah media, berawal dari akun twitter @trisnahrm, tertulis semakin dibuka semakin banyak nama muncul termasuk kalangan artis terindikasiikut terseret arus dugaan jual beli dapur MBG, setelah Dadan Hindayana terseok kasus korupsi.
Hingga berita ini di muat ke publikm media ini terus melakukan pendalaman dan penelusuran terhadap kebenaran isu yang menyeret nama pejabat publik terhadap kemungkinan terlibat korupsi MBG. Masyarakat butuh kebenaran akurat.||














