“Bantuan-bantuan yang disalurkan selama ini, diperkiraan hanya cukup untuk makan bagi para korban bencana. Harapan kita pemerintah Pusat lebih memperhatikan,” kata Gubernur Muzakir Manaf.
BANDA ACEH | INFORakyat.CO - Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf secara resmi membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Aceh Tahun Anggaran 2027 di Anjong Monmata, Banda Aceh, Kamis, 23 April 2026.
Muzakir Manaf yang populer disapa Mualem, lebih fokus perhatian upaya penanganan bencana hidrometeorologi, serta 10 program prioritas dalam menyusun anggaran 2027.
"Bantuan-bantuan yang disalurkan selama ini, diperkiraan hanya cukup untuk makan bagi para korban bencana. Harapan kita pemerintah Pusat lebih memperhatikan," kata Gubernur, dalam arahannya.
Dihadapan peserta Musrenbang dari 23 kabupaten/kota dan pejabat teras Provinsi Aceh serta komponen berkompeten, Muzakir Manaf menyampaikan harapannya pemerintah Pusat dapat memberi bantuan yang lebih banyak lagi.
"Sama-sama kita melakukan perbaikan, berjuang dan bekerjasama. Kerja keras dari TNI dan Polri juga sangat membantu masyarakat, seperti mendirikan jembatan bailey di sejumlah tempat, itu sangat membantu masyarakat pasca bencana hidrometeorologi di Aceh," papar Mualem.
Baca Juga:
Diantara 441 Peserta, Bupati Bener Meriah mengikuti Musrembang RKPA Tahun 2027 di Banda Aceh
Gubernur juga mengatakan, bahwa dampak dari bencana ini adalah bertambahnya angka kemiskinan. "Karenanya, pemerintah harus bmenekan dan memberantas angka kemiskinan. Memaksimalkan tujuan ini, kita harus bekerja lebih keras lagi," tambahnya.
Ia menyampaikan target Pemerintah Aceh kedepan menurunkan kemiskinan di kisaran 9,0–10,60 persen, menekan pengangguran terbuka menjadi 4,30– 4,45 persen, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi ke level 5,9 persen.
"Saat ini kemiskinan Aceh tercatat pada posisi 12,22 persen, pengangguran terbuka 5,64 persen, dan pertumbuhan ekonomi 2,97 persen. Angka-angka ini menjadi dasar Aceh menaargetkan jumlah lebih progresif pada tahun 2027 mendatang," tegasnya.
Dalam pembahasan Musrenbang 2027, pemerintah Aceh mengusung tema "Percepatan Pemulihan Pascabencana Melalui Pembangunan yang Tangguh dan Berkelanjutan"
Aceh, kata Mualem lagi, termasuk daerah rawan bencana, maka penyusunan RKPA Tahun 2027 juga harus mengacu pada dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
Selain memberantas angka kemiskinan. Mitigasi bencana dan menekan pengangguran, Muzakir Manaf menetapkan program prioritas pembangunan Aceh Tahun Anggaran 2027, meliputi:
1. Penguatan Pelaksanaan Syariat Islam (Aqidah, Akhlak, Muamalah);
2. Penguatan Implementasi Kekhususan dan Keistimewaan Aceh;
3. Penurunan Angka Kemiskinan;
4. Hilirisasi dan Industrialisasi Berbasis Sumber Daya Alam dan Maritim;
5. Penciptaan Lapangan Kerja;
6. Transformasi Digital yang Terintegrasi;
7. Peningkatan Infrastruktur yang Berkualitas;
8. Peningkatan Sumber Daya Manusia, Sains dan Teknologi;
9. Tata Kelola Birokrasi dan Kemandirian Fiskal Daerah;
10. Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup. ||



