Perkuat Literasi Daerah, Aceh Barat Tuan Rumah Rakornis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh 2026

author
Redaksi

22 Apr 2026 20:44 WIB

Perkuat Literasi Daerah, Aceh Barat Tuan Rumah Rakornis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh 2026
Perwakilan dari 23 kabupaten/kota se Aceh mengikuti Rakornis Perpustakaan dan Kearsipan tahun 2026 di Meulaboh mulai Rabu sampai Jumat, 21 sampai 24 April 2026. INFORakyat/Kominfo-AB.
“Sebagai tuan rumah Rakornis Perpustakaan dan Kearsipan 2026, kami menyambut dengan penuh kehangatan dan sukacita. Semoga kegiatan ini menjadi wadah yang efektif untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan perpustakaan dan kearsipan yang lebih maju di Aceh,” ujar Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH.

MEULABOH | INFORakyat. CO - Pemerintah Aceh menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten/Kota se-Aceh Tahun 2026 di Hotel Parkside Meuligoe Meulaboh, Rabu, 22 April 2026.

Kegiatan Rakornis diikuti seluruh perwakilan kabupaten/kota se-Aceh, sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pengembangan literasi dan tata kelola kearsipan daerah.

Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Aceh Barat sebagai tuan rumah Rakornis Perpustakaan dan Kearsipan.

"Sebagai tuan rumah Rakornis Perpustakaan dan Kearsipan 2026, kami menyambut dengan penuh kehangatan dan sukacita. Semoga kegiatan ini menjadi wadah yang efektif untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan perpustakaan dan kearsipan yang lebih maju di Aceh," ujar Said Fadheil, dikutip dari website Pemkab setempat.

Ia menambahkan, pembangunan literasi merupakan pondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat daya saing daerah.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, lanjutnya, terus mendorong peningkatan budaya literasi melalui berbagai program strategis yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurut Said, Rakornis ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan, khususnya dalam penguatan fungsi perpustakaan sebagai pusat kegiatan masyarakat.

"Ini merupakan langkah strategis yang harus terus kita dorong, agar perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia berharap Rakornis ini dapat melahirkan berbagai rekomendasi dan langkah kerja konkret, sekaligus menjadi sarana berbagi praktik terbaik (best practice) antar daerah serta memperkuat kebersamaan dalam membangun Aceh yang lebih literat.

Rakornis Bidang Perpustakaan dan Kearsipan Tahun 2026 ini berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 April 2026,.

Informasi dihimpun, agenda utama meliputi optimalisasi pengawasan kearsipan, strategi peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), serta penguatan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) sebagai bagian dari pembangunan budaya literasi. ||

Tags terkait :