Pernah di Paripurna DPR RI Tahun 2008, Tertunda Penetapan Provinsi Persiapan ABAS, Saatnya Berkiprah Gigih

author
Sudirman Hamid

1 Jam yang Lalu

Pernah di Paripurna DPR RI Tahun 2008, Tertunda Penetapan Provinsi Persiapan ABAS, Saatnya Berkiprah Gigih
Mantan Sekretaris KP3 ABAS dan mantan Anggota DPRA, H. Zuriat Suparjo. Foto: Pribadi.
“Perjalanan perjuangan yang dirintis KP3 ABAS dan dukungan semua pihak masuk ke Presiden, Mendagri dan sempat diparipurnakan Anggota DPR RI dari 10 fraksi pada 2008. Persiapan dan dokumen hampir 100 persen. Namun penetapan sebagai Provinsi persiapan tertunda akibat dikeluarkan Moratorium,” ucap mantan Sekretaris KP3 ABAS, H. Zuriat Suparjo.

MEULABOH | INFORakyat.co – Lebih baik terlambat dari pada benar-benar gagal mewujudkan lahirnyaProvinsi Aceh Barat Selatan (ABAS). Keberhasilan yang tertunda masih bisa diraih kembali, berpuluh tahun sudah perjuangan ditabuhkan, hidangan sudah didepan mata namun terjengal moratorium yang dikeluarkan pemerintah pusat.

Pernyataan bernada kobaran semangat ini disampaikan matan Anggota DPRA selama dua periode 2009-2019, juga mantan Sekretaris Komite Pelaksana Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan (KP3 ABAS), H. Zuriat Suparjo saat diwawancarai INFORakyat.co melalui sambungan seluler, Senin, 22 Juni 2026.

Di usia ke 72 tahun, ia masih menanam semangat tinggi agar generasi penerus terus merapatkan barisan, kompak dan mengenyampingkan personalitas, untuk membidani lahirnya Provinsi ABAS.

Ia mengajak pengurus yang sudah direvisi benar-benar fokus dan saling berkoordinasi sembari mengenang dan berdoa kepada tokoh penggerak yang sangat gigih berjuang dengan teman-teman, yakni almarhum Kolonel (Purn). H. Tjut Agam sebagai pemegang mandat Ketua KP3 ABAS.

"Perjalanan perjuangan yang rintis KP3 ABAS dan dukungan semua pihak masuk ke Presiden, Mendagri dan sempat diparipurnakan Anggota DPR RI pada Tahun 2008, melalui hak inisiatif anggota legislasi terdiri 10 fraksi," ucap H. Zuriat Suparjo dengan nada sedih.

Zuriat mengakui persiapan dan dokumen hingga draf cikal bakal provinsi ABAS hampir rampung 100 persen. Namun penetapan sebagai Provinsi persiapan tertunda akibat di keluarkan Moratorium, dan ini bukan sebuah kegagalan," ucap H. Zuriat Suparjo penuh spirit.

Zuriat Suparjo mengatakan, masih terukir dan sangat kental dalam ingatannya, bagaimana tangguhnya perjuangan teman-teman di masa itu. Rela mengorbankan segalanya untuk memekarkan provinsi ABAS dari provinsi induk.

"Saat itu kawan-kawan tidak kenal lelah menyuarakan aspirasi, hingga menggelar demonstrasi damai di Jakarta, di daerah dan di Banda Aceh. Semua elemen, mulai dari enam kabupaten sampai ke pemerintah pusat turut turun gunung membantu kelancaran proses pemekaran, diantaranya putra Aceh kelahiran Ternate, almarhum dr. Abdul Gafur dan lain-lain," kenangnya.

Perjuangan yang dilakukan teman-teman tanpa pamrih, berusaha meminta dukungan dari Bupati dan DPRK di enam kabupaten, termasuk meminta dukungan (rekomendasi) dari Gubernur Aceh dan DPRA.

Perjuangan otonomi baru yang mencakup wilayah kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Selatan, dan Simeulue, terus tumbuh seumpama sumbu obor menyala dalam kegelapan.

"Histories perjuangan itu merupakan kado terindah untuk dilanjutkan oleh generasi penerus. Yakinlah, berangkat dari kekompakan, bersatu padu dan saling bekerjasama, Provinsi ABAS yang lahir sebagai solusi tepat untuk memajukan pantai Barat Selatan.

Jika ada yang belum memahami dan menyadari makna serta tujuannya, tutur Zuriad dari balik handphonenya, boleh tanyakan kepada pengurus baru yang saat itu turut berjibaku. Misalnya H. Kamaruddin, SE, Drs Meurah Ali, Usman Razali, Ir H Machsalmina Ali, MM, Teuku Sukandi dan lain-lain.

"Karena usia, saya merasa sudah letih ikut berburu dengan teman-teman, tetapi jiwa dan raga saya masih tinggi untuk meraih cita-cita anak cucu wilayah Barat Selatan. Disertai doa dan tidak bermaksud mendahului Kehendak Allah SWT, saya sangat optimis ABAS lahir," ucapnya penuh keyakinan.

Tidak terlalu berlebihan, tambahnya, jembatan sudah dibangun dan jalan sudah dirintis oleh pendahulu, saatnya melanjutkan perjuangan untuk sampai di tujuan. Ayunkan langkah kebersamaan dan singkirkan perbedaan dalam mewujudkan hadirnya provinsi ABAS.

"Lanjutkan perjuangan, kita punya potensi besar dengan kekayaan alam melimpah, memiliki SDM yang handal. Mohon jangan padamkan semangat perjuangan. Yakinlah, Pantai Barat Selatan akan bahagia, sejahtera dan makmur jika berhasil melepaskan diri dari ketergantungan provinsi induk," pesannya meminta semua elemen bersatu.

Ia berharap tokoh-tokoh akademisi, birokrasi, politisi, tokoh agama, pemuda dan tokoh masyarakat serta pengusaha akan mampu meracik sejarah baru demi lahirnya Provinsi ABAS. Apabila tidak bersatu padu, maka Barat Selatan terus tertinggal.

"Saatnya kita tabuhan semangat perjuangan, kibarkan panji kemenangan, jangan bercerai berai. Satukan tekad singkirkan kepentingan, InsyaAllah ABAS akan menjadi provinsi termasyur di bumi Serambi Mekkah. Jangan sia-siakan waktu dan kesempatan semoga perjuangan yang dipacu mendapat restu dari Yang Maha Kuasa," imbuh Zuriat.

Menutupi komentarnya, Zuriat tetap berpegang teguh bahwa jika kelak berhasil provinsi ABAS tetap dalam koridor tanah Aceh tercinta, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ||

Tags terkait :