PGRI DKI Jakarta Bantu Guru Aceh Tamiang, Spirit Kebangkitan Pendidikan Pasca dihantam Bencana

author
ERWAN

1 Jam yang Lalu

PGRI DKI Jakarta Bantu Guru Aceh Tamiang, Spirit Kebangkitan Pendidikan Pasca dihantam Bencana
Mewakili PGRI Provinsi DKI Jakarta, Ketua Dewan Pakar PGRI Aceh Tamiang, Lindawati, S.Pd menyerahkan bantuan kepada guru terdampak bencana di Aula Setdakab di Kuala Simpang. Rabu (17/06/2026). INFORakyat/Sumber Satukata
“Kami sampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar PGRI di Indonesia, khususnya PGRI DKI Jakarta yang hingga saat ini tetap menunjukkan empati dan kepedulian kepada para guru terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang. Ini kebangkitan semangat bagi guru,” ujar Ketua Dewan Pakar PGRI, Lindawati, S.Pd.

KUALA SIMPANG | INFORakyat.co - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi DKI Jakarta, kobarkan semangat kepada para guru terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang, dengan menyalurkan bantuan sebagai solidaritas dan rasa kepedulian.

Wujud kepedulian, kebersamaan dan semangat solidaritas ini dipersembahkan PGRI DKI Jakarta untuk rekan sejawat di Kabupaten Aceh Tamiang, pascabencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu, merupakan wujud nyata terhadap proses pendidikan.

Ketua Dewan Pakar PGRI Aceh Tamiang, Lindawati, S.Pd, menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen dan kepedulian yang terus ditunjukkan PGRI DKI Jakarta kepada para guru korban bencana.

Lindawati yang kental disapa Ny. Linda Ismail, menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen dan kepedulian yang terus ditunjukkan PGRI DKI Jakarta kepada para guru korban bencana.

"Kami sampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar PGRI di Indonesia, khususnya PGRI DKI Jakarta yang hingga saat ini tetap menunjukkan empati dan kepedulian kepada para guru terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang. Ini kebangkitan semangat bagi guru," ujar Lindawati usai penyerahan bantuan di Aula Setdakab di Kuala SImpang , Rabu, 17 Juni 2026 kemarin.

Lebih menggigit Lindawati menegaskan bahwa pemulihan sektor pendidikan pascabencana merupakan tanggung jawab bersama. Kerusakan sarana dan prasarana pendidikan yang terjadi akibat bencana tidak boleh menghambat proses belajar mengajar maupun semangat para tenaga pendidik.

"Kami sangat terbuka kepada semua pihak yang ingin membantu pemulihan sektor pendidikan. Dukungan terhadap kebutuhan sarana, prasarana, dan perlengkapan kerja guru sangat dibutuhkan agar para pendidik dapat kembali menjalankan tugasnya dengan optimal demi masa depan generasi bangsa," katanya.

Sebagai salah satu korban terdampak bencana, Ny. Linda juga mengungkapkan rasa bangga kepada para guru di Aceh Tamiang yang tetap menunjukkan dedikasi tinggi meski menghadapi berbagai keterbatasan pascabencana.

"Para guru tidak menyerah. Mereka tetap optimistis dan terus berjuang menjalankan tugas mulia mencerdaskan anak bangsa di tengah kondisi yang sulit," ungkapnya.

Ketua PGRI Aceh Tamiang, Nurdin, S.Pd., M.M, menyebutkan tali persaudaraan yang ditunjukkan keluarga besar PGRI DKI Jakarta melalui bantuan yang diberikan kepada para guru terdampak bencana patut diucap terima kasih sedalam-dalamnya.

Menurut Nurdin, perhatian yang diberikan tidak hanya membantu pemulihan para guru secara materiil, tetapi juga menjadi suntikan semangat bagi dunia pendidikan di Aceh Tamiang untuk bangkit lebih cepat.

"Guru adalah abdi negara yang memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, mendukung pemulihan para guru pascabencana merupakan bentuk perjuangan mulia untuk menjaga keberlangsungan pendidikan," ujarnya.

Ia juga mengajak para donatur dan pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial untuk terus mendukung proses pemulihan Aceh Tamiang hingga benar-benar pulih dari dampak bencana.

"Berbicara pendidikan dan tenaga kependidikan adalah hal serius dan prioritas dalam membangun bangsa dan negara melalui SDM yang berkualitas dan andalan," tutupnya. ||

Tags terkait :