“Iran juga diklaim menjadi negara pertama yang berhasil menyerang pangkalan operasional AS menggunakan drone”
IRAN | INFORakyat. CO - Serangan udara tak terduga terjadi saat operasi militer bertajuk Operation Epic Fury mencapai puncaknya.
Dilansir Jawa Pos dari The Week menyebutkan, sebuah jet tempur F-5 milik Iran dilaporkan berhasil membombardir Camp Buehring, pangkalan pertahanan Amerika Serikat di Kuwait, meski dilindungi sistem pertahanan udara berlapis canggih.
Dalam laporan operasional yang beredar, pangkalan tersebut sebenarnya dijaga ketat oleh sistem pertahanan udara berlapis milik AS, termasuk rudal Patriot missile system.
Serangan dari jet supersonik era Perang Dingin itu tetap mampu menimbulkan kerusakan signifikan.
Target yang terdampak meliputi gudang penyimpanan, hanggar, infrastruktur komunikasi satelit, landasan udara, sistem radar, hingga puluhan pesawat militer.
Baca Juga:
Jubir Pemprov Aceh: Statemen Dana JKA “Dirampok” Dinilai Semena-mena, Fitnah dan Berlebihan
Serangan ini menjadi pencapaian langka bagi Iran, yang berhasil menembus pertahanan salah satu pangkalan militer utama AS dengan pesawat tempur berawak.
Sebelumnya, Iran juga diklaim menjadi negara pertama yang berhasil menyerang pangkalan operasional AS menggunakan drone.
Keberhasilan ini memperkuat citra militer Teheran di tengah konflik yang berlangsung. Sementara persoalan selat Hormuz terus menjadi perdebatan dunia.
Baca Juga:
Rumah Singgah Griya Tuan Tapa Aceh Selatan, Fasilitas Bantuan bagi Pasien Berobat di Banda Aceh
Di sisi lain, insiden tersebut berseberangan dengan klaim Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut kekuatan udara dan laut Iran telah dilumpuhkan pada fase awal perang.
Berita dikutip, tidak menerakan waktu serangan yang dilakukan pasukan militer Iran ke jantung pertahanan Amerika Serikat di Kuwait. ||
Sumber: JAWAPOS.












