“Aku adalah manajer disebuah perusahaan bonafit di jantung kota, memiliki fasilitas fantastis dan mewah bahkan segala kebutuhan ditanggung manajemen, mulai rumah dinas, lauk pauk, biaya komunikasi hingga gaji sopir. Orang menyebutku bang Toyib”
AKU adalah seorang manajer di sebuah perusahaan di jantung kota Jakarta, hari-hariku sangat sibuk dalam melayani dan menjalankan roda organisasi di sektor produksi plastik.
Bekerja di ruang penuh AC (Air Conditioner), kursi dan meja mewah serta empuk,aku saban hari tampil didampingi ajudan, tenaga sekretariat, dan beberapa anggota sebagai bawahan.
Perjalanan karir dan dinasku go nasional di seluruh negeri, Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) menjadi harta karun kecil untuk memetik keuntungan.
Baca Juga:
Pencurian TBS Marak, 3 Pencurian Sawit di Nagan Raya kembali dibekuk Polisi, terlibat Mahasiswa
Gedung putih raksasa, rumah dinas yang hanya ditempati sebagai olesan untuk pencairan anggaran, mobil Pajero sport, tunjangan dan gaji jelas-jelas mentereng.
Selain itu, aku juga mengakali agar kebutuhan perusahaan diorder dari usaha ku dengan sang istri, mulai paku hingga bahan baku lain.
Hari-hari sering duduk semeja dengan orang-orang penting, berbicara kemajuan perusahaan dan kepedulian orang banyak. Bang Toyib memang lemah gemulai, tetapi diduga lebih jago dari pemilik salam.
Baca Juga:
Bergerak Bersama, HUT ke-27 Aceh Singkil Momentum Kolaborasi Memajukan Daerah dari Ketinggalan
Untuk lebih syahdu dan aliran dana tidak mengalir ke tangan orang lain, memanfaatkan istriku sebagai sopir pribadiku. "Kemana-mana kami bisa bebas menikmati uang perusahaan, tidak berbuat nakal di luar dan merasakan kemewahan fasilitas yang dibayar perusahaan ibarat keuangan pribadi.
"Istriku adalah sopirku. Kebahagiaan itu yang disiatis menjadi rekor di kantornya, hingga diperbincangkan bawahan dan publik. Ia tidak merasa malu, asalkan pundi keuangan bisa didulang untuk kas rumah tangga," kata Drakula.
Kondisi ini sungguh mengasikan, hingga Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan BPK-RI menemukan kelebihan pembayaran tunjangan rumah tangga, dan telah di selesai pihak administrator perusahaan.
Bang Toyib memang jago, berpenampilan adanya, namun Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terdaftar sebagai kekayaan pejabat publik dan keluarga jangan dipandang sebelah mata.
Bang Toyib sering terbang ke penjuru nusantara mewakili perusahaan. Hingga kina bang Toyib masih didampingi istrinya yang tercatat sebagai sopir, salam redaksi. ||
Baca Juga:
Gas!! Isu Politik Pemulihan, Diduga Ada Operasi "Murahan" Jatuhkan Marwah Bupati Rakyat Aceh Timur
Catatan: artikel ini hanya fiktif belaka sebagai editorial INFORakyat.CO.




