“Sedih pak, ketika hujan kami harus mengepel terlebih dahulu, bahkan saat plafon ambruk nyaris tertimpa teman, kondisi ini benar-benar mengganggu kenyamanan dan terkendala proses belajar mengajar, Kawan-kawan yang lain juga tidak mau bersekolah di sini,” ungkap Nurul Fazila.
TAPAKTUAN, inforakyat.co – Nada sedih bercampur kecewa menyelimuti siswa-siswi SMA Negeri 2 Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, pasalnya empat Ruang Kegiatan Belajar (RKB) rusak parah, atap bocor, plafon ambruk, meja dan kursi belajar jadi lapuk.
Investigasi yang dilakukan media ini, terdapat dua RKB di lantai I mengalami rusak serius, bahkan lantainya masih terlihat bekas noda genangan air. Dua RKB yang berada di lantai II juga mengalami nasib serupa.
Di sisi lain, ruangan kepala sekolah hanya ada kursi dan meja biasa. Cat sekolah memudar, beberapa fasilitas juga Nampak dimakan usia.
Baca Juga:
Pelayanan Transportasi dan Keselamatan, Dishub Simeulue Cetuskan 5 Program Prioritas Berkelanjutan
Saat wartawan ini tiba, suara kipas angin usang terdengar menggelitik, suhu sedikit panas, tidak ada sopa apalagi Air Conditioner (AC). Sekolah itu terdapat di jantung kota Kecamatan Meukek dengan persaingan ketat sejumlah Sekolah lanjutan Tingkat Atas (SLTA) lainnya.
"Sedih pak, ketika hujan kami harus mengepel terlebih dahulu karena lantai tergenang air. Plafon pecah dan ambruk nyaris, kondisi ini benar-benar mengganggu kenyamanan dan terkendala proses belajar mengajar, Kawan-kawan yang lain juga tidak mau bersekolah di sini," ungkap Nurul Fazila, siswi kelas III jurusan IPA, Rabu, 29 Oktober 2025.
Bukan hanya itu, ketika diajak anak famili (kerabat) untuk masuk SMAN 2 Meukek, banyak yang enggan, alasannya karena kondisi sekolah diketahui bocor sejak lama.

"Adik sepupu saya bilang, nggak mau ah sekolah di SMAN 2, jadi capek ngepel dan tidak maksimal belajar. Alih-alih masuk sekolah lain lantaran fasilitasnya lebih bagus," ujar Nurul Fazila dengan sinar mata penuh kejujuran.
Menurut Nurul Fazila, secara kompetensi sekolah tempat ia menimba pendidikan tidak kurang satu apapun, dewan guru maksimal, mutu pendidikan juga tidak kalah dengan sekolah lain. Buktinya, siswa-siswi di sini juga lulus di sejumlah universitas terkemuka seperti Unsyiah dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Sementara itu, salah seorang siswa Kelas III IPS, Ariel Nakata turut angkat bicara, katanya, sesuai fakta boleh dikatakan pihak Dinas Pendidikan Aceh terkesan membiarkan dan pilih kasih. Buntutnya, siswa-siswi yang belajar sudah tidak nyaman.
Baca Juga:
Keren !! Tingkatkan Kompetensi, 365 Petani Aceh Singkil Mengikuti Pelatihan Kelapa Sawit di Medan
"Atap sekolah sudah banyak bocor, kecuali lantai bawah yang ada coran. Kemarin plafon ambruk hampir ketimpa siswa. Kalau genangan air dan ngepel memang sudah langganan pak," celetuknya.
Sebagai siswa, pihaknya berharap Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh turun tangan, selanjutnya Dinas Pendidikan Aceh jangan tinggal diam, mohon perbaiki sekolah ini sebelum ambruk dan menelan korban.
"Kepada bapak-bapak kami anggota DPRA asal Aceh Selatan, tolonglah berjuang untuk kepentingan kualitas dan kuantitas pendidikan dalam mencerdaskan anak bangsa. Sekolah ini butuh perhatian," sebut Ariel Nakata.
Kepala sekolah SMAN 2 Meukek, Suryadi, S.Pd yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya baru empat tahun ditugaskan menjadi kepala sekolah, namun ia sudah berjuang untuk mendapat biaya rehab sekolah, namun belum mendapat rezeki.
"Kami sudah membuat proposal permohonan pembangunan sekolah, bahkan sudah pernah masuk data rehab, namun hilang ditengah jalan. Ya beginilah kondisi yang bapak lihat, itu adanya," ucapnya.
Dulu siswanya hanya 80 orang pak, karena sering disosialisasikan secara marathon, maka jadi meningkat sebanyak 110 orang. Saat ini difungsikan ruangan yang agak bagus, walaupun ada sedikit-sedikit bocor, tandas Suryadi seraya mengatakan bahwa siswa-siswi di sini juga lulus di sejumlah Universitas terbaik.||






