Tokoh Muda Simeulue Apresiasi Kinerja Brigjen Dedy Tabrani Memimpin BNN Aceh dan Pemberantasan Narkoba

author
HERU DWI SURYATMOJO

22 Apr 2026 20:11 WIB

Tokoh Muda Simeulue Apresiasi Kinerja Brigjen Dedy Tabrani Memimpin BNN Aceh dan Pemberantasan Narkoba
Faji Amin, S.IP, putra Simeulue alumni Prodi ilmu Politik, Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (Fisip) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. INFORakyat/Dok Pribadi.
“Keberhasilan kinerja BNN bukan sekadar angka statistik, tetapi kerja nyata dalam melindungi masyarakat Aceh, khususnya generasi muda dari ancaman narkoba,” ujar Faji Amin.

BANDA ACEH | INFORakyat.CO - Tokoh muda Simeulue yang juga alumni Prodi ilmu Politik, Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (Fisip) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. mengapresiasi terhadap kinerja Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi (BNNP) Aceh dibawah kepemimpinan Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.IK, M.Si.

Ungkapan tersebut disampaikan Faji Amin, S.IP atas capaian signifikan dalam upaya pemberantasan narkotika di wilayah Aceh. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, BNNP Aceh berhasil mengungkap sebanyak 65 kilogram narkotika yang di upaya para begundal masuk ke daerah Aceh.

Menurut Faji Amin, capaian ini merupakan indikator kuat bahwa BNNP Aceh tengah berada pada jalur yang tepat dalam memperkuat fungsi penindakan, sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap peredaran narkotika.

"Keberhasilan ini bukan sekadar angka statistik, tetapi mencerminkan kerja nyata dalam melindungi masyarakat Aceh, khususnya generasi muda, dari ancaman serius narkoba," ujar Faji dalam keterangannya, Rabu, 22 April 2026.

Faji menilai, keberhasilan mengungkap 65 kilogram narkotika dalam waktu tiga bulan merupakan pencapaian yang patut diapresiasi, mengingat kompleksitas jaringan peredaran narkotika yang semakin terorganisir lintas wilayah, bahkan diduga dipasok dari luar negeri.

Ia melihat adanya peningkatan kapasitas kelembagaan BNNP Aceh, baik dari sisi intelijen, koordinasi lintas sektor, maupun ketepatan dalam melakukan operasi penindakan sangat baik dan profesional.

"Ini menunjukkan adanya pendekatan yang lebih sistematis. Penindakan yang dilakukan bukan sekadar respons, tetapi hasil dari kerja intelijen yang matang dan kolaborasi yang solid," jelasnya.

Lebih lanjut, Faji menyoroti posisi geografis Aceh yang strategis sekaligus rentan terhadap penyelundupan narkotika, terutama melalui jalur laut yang berbatasan langsung dengan perairan internasional.

Kondisi ini menjadikan Aceh sebagai salah satu pintu masuk potensial bagi jaringan narkotika internasional. Oleh karena itu, keberhasilan BNNP Aceh dalam menggagalkan peredaran narkotika skala besar dinilai sebagai langkah penting dalam memutus rantai distribusi sejak dari hulu sampai hilir.

"Dengan kondisi geografis yang terbuka, penguatan pengawasan menjadi mutlak. Apa yang dilakukan BNNP Aceh hari ini menunjukkan adanya keseriusan dalam menjaga wilayah dari ancaman tersebut," ungkapnya.

Meski memberikan apresiasi, Faji Amin menekankan bahwa pemberantasan narkotika tidak dapat hanya mengandalkan penindakan semata.

 Ia menilai diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif yang mencakup aspek pencegahan, edukasi, serta rehabilitasi bagi pengguna.

Ia menambahkan, bahwa upaya edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, harus diperkuat agar mereka memiliki ketahanan terhadap pengaruh narkotika.

Di sisi lain, program rehabilitasi juga perlu ditingkatkan guna memastikan para korban penyalahgunaan barang haram itu dapat diberantas.

"Penindakan adalah langkah penting, tetapi pencegahan adalah investasi jangka panjang. Edukasi dan rehabilitasi harus berjalan beriringan agar persoalan narkotika dapat ditangani secara menyeluruh," tegasnya.

Faji Amin juga berharap capaian prestasi yang diraih BNNP Aceh dapat dipertahankan, bahkan semakinditingkatkan melalui inovasi program serta penguatan sinergi antar lembaga.

"BNN sangat konsistensi memberantas narkoba, ini menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan bahwa upaya pemberantasan narkotika tidak bersifat sesaat, melainkan berkelanjutan," tambahnya lagi.

Masih keterangan Faji Amin, kinerja yang baik perlu diikuti dengan inovasi dan konsistensi agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

"Kami yakin dan percaya, kerja keras pihak BNN dan Kepolisian dalam pemberantasan narkoba sudah sangat optimal. Seiring itu, masyarakat juga harus berperan aktif," ibunya.

Ia menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama. ||

Tags terkait :