"Istri Wakil Bupati duduki jabatan sebagai Kabag Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), kondisi ini dikhawatirkan cenderung menimbulkan konflik internal dan etika, namun Bupati Aceh Tenggara memilih bungkam saat dikonfirmasi media”
KUTACANE | INFORakyat.co– Jabatan yang diemban oknum istri Wakil Bupati Aceh Tenggara, sontak jadi sorotan, diduga sarat kepentingan anggaran dan menimbul polemik internal di Setdakab setempat.
Sorotan tajam dan perhatian publik disuarakan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tenggara, Adrian Plis. Ia meminta bupati Aceh Tenggara melakukan evaluasi terhadap jabatan yang diemban istri Wabup tersebut.
Kritik ini bukan tanpa alasan, menurut Adrian jabatan tersebut rentan kepentingan karena pengaruh jabatan oknum istri orang nomor dua di Aceh Tenggara, terutama saat sejumlah kegiatan pemerintah berlangsung disinyalir diambil alih oleh Bagian Kesra.
Untuk memperjelas dan agar pemberitaan berimbang, Bupati Aceh Tenggara, Muhammad Salim Fakhry yang dikonfirmasi belum memberi jawaban apapun.
"Bagaimana respon pak bupati terhadap permintaan aktivis untuk mengevaluasi jabatan Kabag Kesra yang disebut-sebut dijabat istri wakil bupati ??. Apa ini tidak menimbulkan konflik internal??," tanya wartawan media ini melalui pesan WhatsApp (WA), Kamis, 02 Juli 2026.
Baca Juga:
Sinergi Penertiban Lalu Lintas, Kepala Dishub Aceh Singkil Raih Penghargaan dari Kapolres
Hingga berita ini disiarkan, pesan Whatsapp singkat tersebut tidak ada respon Bupati, alias bungkam. Namun, INFORakyat terus berusaha mendapat penjelasan akurat, sehingga masyarakat memahami duduk persoalan sesungguhnya, sehingga tidak menjadi isu liar. ||






