“Penyakit jantung paling top mengalokasikan anggaran JKN melalui BPJS-Kesehatan. Investasi sangat berharga adalah berolahraga,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, M.M.R.S.
JAKARTA | INFORakyat.co – Direktur Utama (Dirut) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melalui zoom meeting Publik Expose Pengelolaan Program dan Keuangan Tahun 2025 memaparkan berbagai peningkatan yang diselenggarakan pemerintah melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kamis, 02 Juli 2026.
Dari sejumlah paparan penting yang dikutip INFORakyat.co, pada tahun 2024 alokasi anggaran JKN sebesar Rp.176,11 triliun. Jumlah ini naik signifikan untuk tahun 2025 menjadi Rp.191 triliun.
"Penyakit jantung paling top mengalokasikan anggaran JKN melalui BPJS-Kesehatan. Investasi sangat berharga adalah berolahraga," kata Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, M.M.R.S dihadapan peserta dan awak baik melalui zoom meeting maupun hadir langsung dari seluruh tanah air.
Baca Juga:
Inspektorat Simeulue Belum Reviu Dana Hibah Pilkada Panwaslih Rp. 8,8 M, Menunggu Dokumen Kesbangpol
Dr. dr. Prihati Pujowaskito juga menyampaikan bahwa selama BPJS Kesehatan hadir mengelola layanan kesehatan masyarakat, sudah 12 kali berturut-turut meraih opini Wajar Tanpa Modifikasi. Semantara 24 kali meraih predikat yang sama di level Askes dari BPK RI.
"BPJS Kesehatan juga mendapat penilaian Skor 84,8 pencapaian dan laporan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap skor Survei Penilaian Integritas (SPI) atau evaluasi tata kelola," ujar Prihati Pujowaskito.
Banyak hal menjadi topik penjelasan dan membicarakan terhadap kelanjutan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan.
Dipantau melalui zoom meeting, selain awak media dan pihak berkompeten, juga hadiri Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Periode 2026–2031, tevanus Adrianto Passatbeserta anggota dan pakar akademisi. ||







