“Mekanisme penyaluran pupuk harus berjalan sesuai ketentuan berlaku, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran,” kata PUD PT. PPI PT. Haka Saeda Grou, Harizal.
NAGAN RAYA | INFORakyat.CO – Membentengi penyalahgunaan dan meningkatkan efektivitas serta ketepatan sasaran penyaluran pupuk bersubsidi, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya menggelar rapat koordinasi dengan berbagai komponen berkompeten.
Pertemuan koordinasi antara Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya bersama PUD PT. PPI, PT. Haka Saeda Group, Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), Penyuluh Kecamatan dan Keujruen Blang, berlangsung kemarin, Selasa, 05 Mei 2026.
Rapat ini dilaksanakan bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan terkait distribusi pupuk bersubsidi petani.
Baca Juga:
Leading Sektor Bener Meriah Perkuat Implementasi JKA berbasis DTSE, Tepat Sasaran dan Akuntabel
Pertemuan ini juga menjadi wadah diskusi untuk memastikan bahwa mekanisme penyaluran pupuk berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran, ucap PUD PT. PPI, PT. Haka Saeda Group, Harizal.
Harizal, menyampaikan pentingnya koordinasi antar lembaga dalam menjaga kelancaran distribusi pupuk bersubsidi.
" Kami, PUD PT. PPI siap mendukung penyaluran pupuk secara optimal serta berkomitmen untuk memastikan ketersediaan pupuk di tingkat penyalur dan petani terjaga," ungkap Harizal.
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, SE, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh, dan kelembagaan petani dalam mengawal penyaluran pupuk bersubsidi.
Ia mengingatkan agar seluruh pihak terus meningkatkan pengawasan serta memastikan data petani penerima pupuk melalui e-RDKK selalu valid dan diperbarui secara berkala.
Baca Juga:
Pastikan Tanah Wakaf aman, Kemenag Nagan Raya Gerak Cepat Laksanakan Pengukuran buat Sertifikat
Dalam pertemuan tersebut dibahas evaluasi penyaluran pupuk bersubsidi, kendala distribusi di lapangan, serta penguatan peran penyuluh dan Keujruen Blang dalam pengawasan.
"Koordinasi lintas sektor sangat perlu, guna menjaga ketersediaan pupuk serta mendukung produktivitas pertanian serta menghindari hal-hal yang tidak diingini," tegas Marzuki.
Informasi dihimpun, seluruh pihak yang hadir berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dan transparansi dalam proses distribusi pupuk bersubsidi di wilayah Nagan Raya.
"Penyaluran pupuk bersubsidi ke depan dapat berjalan lebih optimal, sehingga mampu mendukung peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan petani. Ini adalah aspirasi petani yang membutuhkan pupuk subsidi," ungkap salah seorang Keujruen Blang.||













