Berlayar Malam, Kapal Nelayan Bernilai Miliaran Terdampar di Pesisir Pantai Sawang Aceh Selatan

author
Sudirman Hamid

14 Apr 2026 11:30 WIB

Berlayar Malam, Kapal Nelayan Bernilai Miliaran Terdampar di Pesisir Pantai Sawang Aceh Selatan
Kondisi KM Kirana terjebak dan terdampar di karang dangkal Beurawang Dua, Pusong baroh, perairan Desa Ujung Karang Kecamatan Sawang Aceh Selatan, Selasa (14/2/2026). INFORakyat/Sudirman Hamid.
“Nasib naas dialami Kapal Motor Rirana, asal Gampong Sawang Ba’u Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan, sejak tadi tersangkut di areal karang dangkal di pinggir pantai Beurawang Dua, Ujung Karang. Sampai saat ini masih terdampar”

TAPAKTUAN | INFORakyat.co – Usai angin kencang mereda, Kapal Motor (KM) atau boat pukat Kirana milik warga Gampong Sawang Ba"u Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan, Aceh terdampar dan terjebak di kawasan karang dangkal pesisir pantai Beurawang Dua, Desa Ujung Karang kecamatan setempat, pada Senin, 13 April 2026 malam.

Informasi diperoleh di lokasi, dalam perjalanan pulang di malam hari menuju PPI Sawang Ba"u, KM Kirana berlayar di jalur tepian sehingga masuk areal karang dangkal.

"Diperkirakan salah penglihatan, nahkoda kapal melajukankan pada jalur salah sasaran. Karang disitu memang dangkal, sehingga boat itu tersangkut dan terdampar. Peristiwa terjadi tadi malam usai angin dan hujan," kata salah seorang warga yang ditemui di lokasi, Selasa, 14 April 2026.

Sejak tadi pagi, kata Muhammad Arief, awak dan pemilik boat terus melakukan upaya pertolongan dengan menurunkan sarana dan prasarana atau muatan dalam boat, agar evakuasi lebih efektif.

Hingga pukul 10.00 WIB hari ini, kondisi boat bernilai miliaran itu masih dalam keadaan terdampar, bahkan terlihat oleng. Selain mengerahkan bantuan secara manual, proses evakuasi juga melibatkan kapal motor lain yang memposisikan dari jarak jauh.

Menurut Zaimar, lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) itu, memang dangkal dan berombak besar pada saat musim barat. Jika ada boat atau sampan belajar selalu mengelak untuk tidak mendekat di kawasan Pulang baoh.

"Selama ini nggak ada sampan atau boat yang mengambil haluan paling pinggir di kawasan itu, ombaknya besar-besar dan pecah dari jauh. Beruntung saat ini masih musim timur, jika tidak kondisi KM Kirana jelas-jelas tidak bisa dibayangkan kondisinya.

Hingga berita ini dilansir, INFORakyat belum mendapat konfirmasi dari pihak nahkoda dan pemilik, upaya penyelamatan terus digagas. ||

Tags terkait :