Cuaca Extrim, Warga Aceh Tenggara Waspada Banjir Khawatir Sungai Lawe Bulan meluap

author
Almujawadin

Kemarin, Pukul 20:04 WIB

Cuaca Extrim, Warga Aceh Tenggara Waspada Banjir Khawatir Sungai Lawe Bulan meluap
Kondisi hujan terus mengguyur Kabupaten Aceh Tenggara, sejak sepekan ini, sesuai peringatan dini BMKG Aceh, Kamis (16/4/2026). INFORakyat/Almujawadin.
“Kami warga Pulonas Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, senantiasa was-was saat musim hujan tiba, takut dan khawatir terjadi banjir. Pada bencana sebelumnya, Sungai Lawe Bulan meluap merusak rumah warga,” Ungkap Riko Hernanda.

TAPAKTUAN | INFORakyat.co - Hujan mengguyur wilayah Aceh Tenggara dengan intensitas sedang dan lebat disertai angin kencang sejak sepekan ini, penduduk di kawasan di bantaran sungai waspada dan siaga terjadi banjir.

Memasuki musim hujan seperti saat ini, sontak membuat sejumlah warga merasa ketakutan dan khawatir terjadi banjir seperti pada 16 November 2025 lalu.

Ungkapan bernada kecemasan itu disampaikan  warga Pulonas, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara, Riko Hermanda, dimana tempat tinggal atau kediamannya bermukim di dekat sungai Lawe Bulan.

"Sebagai warga Pulonas, kami warga senantiasa was-was jika musim hujan tiba. Rasa takut dan kecemasan timbul, tingkat kewaspadaan  akan terjadi banjir. Pada bencana akhir bulan November 2025 lalu, Sungai Lawe Bulan seperti mengamuk, rumah warga rusak diterjang luapan banjir," ujar Riko Hernanda kepada INFORakyat Kamis, 16 April 2026.

Pasca bencana hidrometeorologi, kondisi sungai mengalami pendangkalan sehingga diperkirakan debut air cepat meningkat, bahkan meluap apabila turun hujan lebat.

"Kami berharap pemerintah Aceh Tenggara dan Provinsi Aceh turun tangan melakukan normalisasi terhadap sungai Lawe Bulan. Jika tidak, efek kedangkalan bisa terjadi banjir di suatu saat. Apalagi Sungai Lawe Bulan ini berada dekat pemukiman penduduk," imbuhnya.

Riko Hernanda menyebutkan, bencana hidrometeorologi telah terjadi beberapa bulan lalu, Saat ini butuh penanganan tanggul pengaman sungai untuk mengantisipasi terjadi banjir.

"Mohon pemerintah daerah dan provinsi Aceh, serta pemerintah pusat cepat melakukan penanggulangan," tutup Riko. ||

Tags terkait :