Dampak Panic Buying, Harga Eceran BBM di Bener Meriah Melonjak Capai Rp30 ribu per Liter

author
Iko Prananda

05 Mar 2026 22:34 WIB

Dampak Panic Buying, Harga Eceran BBM di Bener Meriah Melonjak Capai Rp30 ribu per Liter
Kondisi warga menyerbu BBM di kawasan Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Kamis (05/3/2026). INFORakyat.co/Iko Prananda.
“Selain mengular antrian panjang di SPBU, harga eceran BBM di kios-kios ikut melonjak sampai Rp30.000 per liter. Banyak masyarakat yang mencari BBM untuk menghindari antrian, namun sulit diperoleh,” ujar Zulfatmi.

REDELONG | inforakyat.co– Dampak dari panic buying (prilaku konsumen) bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh mulai berdampak pada skema melonjaknya harga di tingkat pengecer. Pasalnya harga minyak eceran dilaporkan mencapai Rp.30 ribu per liter.

Salah seorang warga, Zulfatmi, mengatakan kenaikan harga tersebut terjadi karena meningkatnya permintaan masyarakat di tengah kekhawatiran akan kelangkaan BBM dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu memicu lonjakan harga di kios-kios pengecer.

"Selain mengular antrian panjang di SPBU, harga eceran BBM di kios-kios ikut melonjak sampai Rp30.000 per liter. Banyak masyarakat yang mencari BBM untuk menghindari antrian, namun sulit diperoleh," ujar Zulfatmi, kepada inforakyat.co, Kamis, 05 Maret 2026.

Ia juga berharap aparat penegak hukum (APH) melakukan penyelidikan dan menelusuri sumber isu yang memicu kepanikan di tengah masyarakat.

"Kita juga berharap Polres Bener Meriah dan Polda Aceh dapat mengusut penyebar isu ini, sehingga pelaku penyebaran informasi yang membuat masyarakat panik bisa ditindak," tambahnya.

Menurut Zulfatmi, berdasarkan sejumlah informasi dari media online yang ia baca, pasokan BBM ke wilayah Bener Meriah sebenarnya masih berjalan normal.

"Dari beberapa media yang saya baca, pasokan BBM ke Bener Meriah masih normal dan setiap hari masuk. Tetapi kenapa masyarakat bisa sepanik ini. Perlu diselusuri untuk menghindari penimbunan," katanya.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga kesulitan mendapatkan BBM dengan harga normal. Tidak sedikit masyarakat yang akhirnya terpaksa membeli minyak dari pengecer dengan harga yang jauh lebih mahal.

Selain memicu kenaikan harga di tingkat pengecer, fenomena panic buying juga menyebabkan antrian panjang di sejumlah SPBU maupun prestashop di wilayah Bener Meriah.

Warga berharap distribusi BBM di daerah tersebut dapat terus berjalan lancar sehingga harga kembali stabil dan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan bahan bakar. ||

Tags terkait :