Harga Minyak Pala Rontok, Nilam Naik Pelan, Pinang Kering Stabil di Aceh Selatan

author
Sudirman Hamid

Kemarin, Pukul 17:27 WIB

Harga Minyak Pala Rontok, Nilam Naik Pelan, Pinang Kering Stabil di Aceh Selatan
Biji Pinang kering belah dijemur kembali setelah dibeli dari petani untuk mencapai kadar kering normal, Kamis (16/4/2026). INFORakyat/Sudirman Hamid.
“Harga Minyak dan biji Pala sebagai komoditas unggulan di Aceh Selatan teupuro (anjlok), Minyak nilam naik pelan, sementara Pinang Kering pada posisi stabil sejak enam bulan terakhir. Petani pala benar-benar kerepotan akibat harga rontok”

TAPAKTUAN | INFORakyat.co – Kondisi harga minyak dan biji pala mengalami fluktuasi terendah kurun waktu 10 tahun terakhir, pada Akhir Desember 2025 lalu masih berkisar di harga Rp.580.000 per kilogram, sekarang terpuruk di harga paling merosot Rp. 530.000 per kg ditampung agen penampung (distributor).

Hal tersebut disampaikan pedagang pengumpul hasil bumi, katanya, sangat melelahkan sudah enam bulan terakhir harga minyak pala anjlok. Sementara Minyak Nilam (Atsiri) masih bisa kita tamping Rp720.000 per kilogram. Kalau pinang kering cenderung bertahan Rp.12.000 sampai Rp.14.000 per kg.

"Harga Minyak dan biji Pala sebagai komoditas unggulan di Aceh Selatan teupuro (anjlok-red), Minyak nilam naik pelan, sementara Pinang Kering pada posisi stabil sejak enam bulan terakhir. Kondisi ini benar-benar membuat petani pala kerepotan akibat harga rontok," ujar Safrizal Hasan alias Afin, saat diwawancarai INFORakyat, Kamis, 16 April 2026.

Pedagang hasil bumi di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan tersebut mengatakan, harga minyak Pala senilai Rp.520.000 itu di tingkat agen kecil, harga ini belum dapat dipastikan akan bertahan. Besar kemungkinan akan tersungkur lagi.

Parahnya lagi, tuturnya, saat ini bukan berbuah lebat sehingga membuat petani kian terpuruk. Kadar produksi minyak juga terjadi penurunan sehingga sulit ditaksir curahan minyak yang akan diperoleh ketika masak di ketel.

Biji Pala dan pinang dijemur untuk mencapai kekeringan sebelum dikukus (masak) di ketel untuk disuling jadi minyak, Kamis (6/4/2026). INFORakyat/Sudirman Hamid.

"Susah bang, kadar minyak juga turun karena bukan musim berbua lebat. Saat ini fuli pala sudah tidak dimasak lagi untuk minyak, tetapi dilego kepada pembeli rempah-rempah, sebut Safrizal lagi.

Seiring menurunnya harga minyak pala, secara otomatis harga buah mentah juga melorot. Biji pala mentah ditampung pedagang penampung seharga Rp. 19.000 sampai Rp.20.000 per kg. Sedangkan Fuli kering merah Putih dijual kepada pedagang rempah-rempah seharga Rp.220.000 sampai Rp.230.000 per kg. Untuk Pala hitam, dilego Rp.39.000 sampai Rp.40.000 per kg.

Selain Pala, Afin turut memaparkan harga pinang, baik Pinang kering belah maupun bulat. Ia juga memprediksikan kalau harga minyak nilam akan berangsur-angsur naik. "Prediksi saya, harga minyak nilam akan mengalami kenaikan, pasalnya bulan sebelumnya masih seharga Rp.650.000 per kg, saat ini merangkak Rp. 720.000-Rp730.000 per kg," ucapnya.

Harga pinang ada dua kategori Kering belah dan Bulat. "Pinang kering belah dibayar seharga Rp. 12.000 sampai Rp.13.000. Kalau bulat kering lebih mahal, Rp.14.000 sampai Rp.15.000. Kendala yang dihadapi, ketika harga pala turun drastis, kerugian yang dialami pedagang lebih signifikan dari nilai keuntungan," tutupnya. ||

Tags terkait :