“Sebelumnya harga minyak Pala sempat bertahan di kisaran Rp.650.000 per kilogram, sekarang terpuruk di harga paling bawah selama 10 tahun terakhir,” kata Zulfikar Yacob.
TAPAKTUAN | inforakyat.co – Menjelang akhir tahun 2025, harga minyak Pala sebagai komoditi unggulan di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, turun drastis hingga jatuh di posisi Rp.580.000 per kilogram.
Kondisi harga minyak pala terpuruk d level terbawah, disampaikan salah seorang agen (pedagang) pengumpul di Kecamatan Sawang, Zulfikar Yacob, saat beraktivitas menjemur bahan mentah dan fuli (bunga biji pala) di tepi pantai Gampong Lhok Pawoh, Rabu, 17 Desember 2025.
Harga pala benar-benar jatuh, kalau tidak salah yang termurah selama 10 tahun terakhir. Akibat harga minyak murah, secara otomatis harga bahan baku yang dibeli dari petani juga anjlok.
"Sebelumnya harga minyak Pala sempat bertahan di kisaran Rp.650.000 per kilogram, sekarang terpuruk di harga paling bawah selama 10 tahun terakhir," kata Zulfikar Yacob kepada inforakyat.co.
Menurut dia, pengusaha ketel atau pedagang tingkat produsen menampung minyak pala dari agen pengumpul sebesar Rp.580.000 per kilogram, harga ini jauh lebih terpuruk dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Baca Juga:
3 Terduga pelaku Perambahan Hutan Suaka Margasatwa Rawa Singkil, Diciduk Satreskrim Aceh Selatan
"Dengan jatuhnya harga minyak, maka harga pembelian bahan baku juga beringsut turun. Kami tidak tahu, apakah karena akhir tahun atau memang daya penampungan minyak oleh distributor melemah. Merosotnya harga minyak pala ketiban kerugian bagi petani," imbuhnya.
Lebih detail Zulfikar memaparkan, saat ini pihaknya membeli pala mentah dari petani Rp.16.000 sampai Rp.17.000 per kilogram. Fuli bersih kering ditampung Rp.150.000 -Rp.160.000, Fuli Merah Rp180.000-Rp190.000.
Kemudian Pala hitam kering sebagai bahan rempah-rempah dilego Rp.35.000 per kilogram, sedangkan pala kering kategori lose Rp. 37.000-Rp.38.000 per kg.
Baca Juga:
206 Pelajar SMP se Aceh Selatan Berlaga Dikompetisi FLS3N dan O2SN, Ini peraih Juara selengkapnya
"Berginilah kondisi yang sedang kita hadapi bang, saat modal pembelian berada pada harga tinggi, kemudian tumbang maka kami dihadapkan dengan kerugian besar, bisa tembus puluhan juta. Angka kerugian tergantung jumlah stok bahan," pungkas Zulfikar. ||





