“Kasus ini sudah terlalu lama tanpa kepastian, Kejati Aceh harus mengambil alih dan penanganannya lebih profesional serta transparan,” kata Muhammad Ricko.
ACEH SINGKIL | INFORakyat.co — Ikatan Mahasiswa Aceh Singkil (IMASIL) Aceh Barat mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh mengambil alih penanganan dugaan korupsi pengadaan generator set (genset) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil bersumber dari APBD 2016.
Ketua IMASIL Aceh Barat, Muhammad Ricko menilai penanganan kasus tersebut mandek dan tidak menunjukkan perkembangan yang jelas di tingkat Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil.
Menurut dia, Kejati Aceh perlu turun langsung untuk memastikan proses hukum berjalan independen dan tidak dipengaruhi kepentingan politik lokal.
Baca Juga:
Peluang Emas, BIB Kemenag buka Jalur Akselerasi, Pendidikan Keagamaan Bisa tempuh S2 dan S3
"Kasus ini sudah terlalu lama tanpa kepastian, Kejati Aceh harus mengambil alih dan penanganannya lebih profesional serta transparan," kata Muhammad Ricko," kata Ricko dalam keterangan tertulis, Ahad, 17 Mei 2026.
Ia menyebut dugaan kerugian negara dalam proyek pengadaan genset senilai Rp2,5 miliar itu telah menjadi perhatian publik. Nilai proyek tersebut, kata dia, tercatat dalam sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Aceh Singkil.
Baca Juga:
3 Kader BKPRMI terbaik Aceh Singkil terima Sertifikat LMD 1 Aceh 2024, digelar di Tapaktuan
Ricko juga menyinggung isu keterlibatan pihak yang memiliki hubungan keluarga dengan pejabat daerah. Menurut dia, penegakan hukum tidak boleh tebang pilih.
"Hukum harus berlaku sama bagi semua pihak tanpa memandang relasi kekuasaan maupun kedekatan keluarga," ujarnya.
Ia menilai dugaan korupsi tersebut berdampak langsung terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
Baca Juga:
Cegah Remaja Judi Online, LMND Dorong Diskominfo Perkuat Perlindungan Digital Aceh Singkil
Genset yang diadakan disebut diperuntukkan bagi 10 puskesmas di Aceh Singkil, di antaranya Puskesmas Singkil, Gunung Meriah, Danau Paris, Suro, Singkohor, Kuta Baharu, Kuta Tinggi, Pulo Banyak, dan Pulo Banyak Barat.
Kata dia, sampai saat ini tidak adanya keterbukaan dan kelanjutan mengenai perkembangan penanganan kasus ini.
"Ini menjadi indikator lemahnya komitmen pemberantasan korupsi di daerah itu," imbuhnya.
IMASIL Aceh Barat, kata Ricko, akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut dan mendorong Kejati Aceh memberikan kepastian hukum yang transparan kepada masyarakat Aceh Singkil.
Hingga berita diturunkan, media ini belum mendapat konfirmasi dari pihak berkompeten terkait dugaan korupsi pengadaan Genset di Dinkes Aceh Singkil. ||





