“Keluarga adalah fondasi dan benteng utama untuk melakukan perubahan dan kemajuan. Disanalah awal mulanya anak-anak belajar agama, akhlak, tanggung jawab, dan kepedulian. Jika keluarga kuat, maka masyarakat akan kuat. Jika masyarakat kuat, maka daerah akan maju,” ujar Ketua TP PKK, Ny. Nafisah Mirwan.
TAPAKTUAN | INFORakyat.co - Upaya membangun daerah dan berkelanjutan tidak bisa terlepas dari peran keluarga sebagai fondasi utama dan benteng masyarakat, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan zakat akan menjadi kunci penguatan keluarga untuk mewujudkan kemajuan Aceh Selatan.
Pernyataan bernada pesan inilah dikemukakan dalam Episode Khusus Podcast Kito – Sahabat Zakat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan bertajuk "Keluarga Berdaya, Aceh Selatan Maju. Sinergi PKK dan Gerakan Zakat"
Rangkuman narasi tersebut di tayang di Channel YouTube Podcast Kito (Sahabat Zakat), Jumat, 17 April 2026, sekitar pukul 20.00 WIB.
Tampil selaku nara sumber, Ny. Nafisah Mirwan, istri tercinta Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS, yang juga Ketua TP PKK. Kehadirannya dalam tanyangan khusus turut didampingi Hernida, SP, selaku Sekretaris TP PKK Kabupaten Aceh Selatan, serta dipandu host Sri Kurniati.
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh makna itu, Ny. Nafisah Mirwan menegaskan bahwa keluarga memiliki peran sentral dalam menentukan arah pembangunan daerah.
"Wanita handal, keluarga kuat, masyarakat akan kuat, dan pembangunan akan bisa digerakan," ucapnya tegas.
Menurut Nafisah, keluarga bukan hanya unit terkecil dalam masyarakat, tetapi merupakan tempat pertama lahirnya nilai-nilai kehidupan.
"Keluarga adalah pondasi dan benteng utama untuk melakukan perubahan dan kemajuan. Disanalah awal mulanya anak-anak belajar agama, akhlak, tanggung jawab, dan kepedulian. Jika keluarga kuat, maka masyarakat akan kuat. Jika masyarakat kuat, maka daerah akan maju," ujar istri bupati Aceh Selatan.
Baca Juga:
H. Armia Tekankan Guru Mampu Beradaptasi dengan Perkembangan Zaman, Tunjang Kualitas Pendidikan
Ia menambahkan bahwa berbagai program PKK selama ini dirancang untuk menyentuh langsung kehidupan masyarakat hingga ke tingkat gampong, sebagai bentuk nyata penguatan keluarga dari akar rumput.
Lebih lanjut, Ny. Nafisah menyoroti pentingnya peran perempuan, khususnya ibu, dalam membangun keluarga yang tangguh dan berdaya guna. Tanpa bimbingan, dukungan dan pembinaan ibu, maka sulit dicapai perubahan, terutama bagi generasi muda.
Baca Juga:
Muara Sungai Dangkal!! Doni Maradonna Minta Anggota DPR-RI Bawa Solusi Abrasi di Aceh Singkil
Ia menilai bahwa seorang ibu memiliki posisi strategis sebagai pendidik pertama dalam keluarga sekaligus penguat moral dan emosional bagi anak-anak.
"Di balik keluarga yang kuat, hampir selalu ada seorang ibu yang tidak pernah lelah berdoa, berjuang, dan menguatkan. Ia rela lelah dan bersusah payah demi kehidupan anak," ungkapnya.
Karena itu, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu fokus utama PKK, baik melalui peningkatan keterampilan, penguatan ekonomi keluarga lewat program UP2K, maupun peningkatan kualitas hidup keluarga secara menyeluruh.
Baca Juga:
Kendala Pemasaran, BUMG Harapan Bersama Gampong Tepi Air Tapaktuan, Petik Omset Rp.30 juta per bulan
Ny. Nafisah juga menekankan pentingnya sinergi antara PKK dan gerakan zakat sebagai upaya bersama dalam membantu masyarakat.
Ia menyebutkan bahwa PKK memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat, sementara zakat memiliki potensi besar sebagai instrumen sosial untuk pemberdayaan.
"Zakat bukan hanya membantu orang yang sedang kesulitan, tetapi membuka jalan agar mereka bisa bangkit dan mandiri," katanya.
Melalui zakat produktif, tutur Nafisah, keluarga yang sebelumnya berada dalam kondisi sulit dapat diberdayakan untuk memiliki usaha, meningkatkan pendapatan, serta membangun kemandirian ekonomi.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa kekuatan masyarakat tidak semata diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga dari tingkat kepedulian sosial yang tumbuh di dalamnya.
PKK, kata dia, terus menanamkan nilai gotong royong, kebersamaan, dan semangat berbagi melalui berbagai program yang dijalankan oleh empat kelompok kerja (Pokja).
Di akhir perbincangan, Ny. Nafisah menyampaikan harapan agar ke depan semakin banyak keluarga di Aceh Selatan yang tidak hanya mampu bertahan dalam keterbatasan, tetapi juga mampu bangkit dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
"Kita ingin melihat semakin banyak keluarga yang bukan hanya mampu bertahan, tetapi mampu bangkit dan memberi manfaat bagi sesama," harapnya.
Sehingga pada akhirnya, tidak ada lagi keluarga yang harus menghadapi kesulitan sendirian, dan setiap kontribusi yang diberikan masyarakat, termasuk melalui zakat, menjadi bagian dari upaya mewujudkan Aceh Selatan yang lebih peduli, produktif, dan madani. ||.





