“Lheuh bak misei, meusangkot bak jenggot (lolos pada kumis tersangkut di jenggot-bahasa Indonesia). Listrik mulai menyala secara bergiliran di sejumlah kecamatan di area Labuhan Haji Barat-Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, namun jaringan internet TelkomSel mengulah”
TAPAKTUAN | inforakyat.co– Pasca musibah banjir yang mengepung kabupaten/kota di Aceh, menimbulkan dampak dan kendala di berbagai kebutuhan masyarakat, mulai suplai listrik, BBM antrean panjang, harga sembako naik, Gas Melon (3 kg) subsidi kosong hingga akses internet Telkomsel tak berfungsi dan mengalami gangguan serius.
"Sejak pukul 23.00 WIB tadi malam mulai menyala di wilayah Kecamatan Sawang, bahkan sebelumnya juga diberlakukan sistem operasional secara bergilir dengan pemutusan arus di trafo di beberapa gampong, dari transmisi Labuhan Haji Barat sampai Tapaktuan. Anehnya, listrik hidup jaringan internet malah tidak berfungsi," ungkap Isbandi kepada inforakyat.co, Kamis, 4 Desember 2025.
Kondisi listrik padam dan dinyalakan secara bergiliran dapat dipahami dan dimengerti, karena ada tiang (tower) tumbang akibat diterjang bencana banjir di wilayah Bireuen, bagi aliran listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang didistribusikan via Langkat Sumatera Utara ke Aceh, kecuali wilayah Sidikalang ke Subulussalam hingga Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan.
"Sudah beberapa hari akses internet telkomsel mengalami gangguan, katakanlah akibat energi listrik padam sinyal hilang dan tidak berfungsi karena sistem mati. Yang jadi masalah, pada saat listrik menyala jaringan internet dan Wifi hilang total. Ini sangat merugikan pelanggan, dan membuat kami kecewa," kata Nisa salah seorang ibu rumah tangga di Sawang.
Akibat jaringan Wifi bermasalah, semua kegiatan berbasis digital lumpuh. "Hari ini benar-benar tidak dapat diakses, rugi saja pasang Wifi kalau tidak bisa dimanfaatkan. Herannya lagi, sampai hari ini tidak ada pemberitahuan tentang gangguan kepada pelanggan, tadi listrik hidup full," ujarnya kesal sambil memperlihat lampu indikator Wifi yang tidak berkedip.
Baca Juga:
3 Terduga pelaku Perambahan Hutan Suaka Margasatwa Rawa Singkil, Diciduk Satreskrim Aceh Selatan
Gangguan jaringan internet bersumber dari Telkomsel tidak hanya dirasakan masyarakat Meukek, Sawang dan Samadua, tetapi juga menimpa Kota Tapaktuan sebagai pusat perkantoran dan ibu kota Aceh Selatan, termasuk layanan di Rumah Sakit Umum Daerah Yuliddin Away dan lain-lain.
"Gangguan jaringan internet sangat krusial di era digitalisasi, hampir seluruh perangkat elektronik dioperasikan berbasis internet, apalagi sistem aplikasi. Masyarakat sangat kecewa, resah dan kewalahan dalam melaksanakan aktivitas menggunakan elektronik," ungkap Marwazi, seraya mengakui bahwa hari ini benar-benar tumbang.
Menurutnya, kebutuhan internet menjadi hal vital bagi masyarakat umum. Bukan hanya sebagai sarana komunikasi dan informasi, tetapi menyentuh kepentingan umum, seperti pelayanan perkantoran, jasa pengiriman hingga layanan kesehatan dan perekonomian, sangat ketergantungan pada jaringan internet.
Baca Juga:
206 Pelajar SMP se Aceh Selatan Berlaga Dikompetisi FLS3N dan O2SN, Ini peraih Juara selengkapnya
"Kami berharap pihak berkompeten segera memperbaiki dan meningkatkan pelayan kepada konsumen, apalagi pasca bencana alam, internet harus lebih handal dan jangan sampai mengalami terganggu serius. Kami bayar, bukan gratis," pungkas salah seorang tokoh birokrasi di Tapaktuan.
Hingga berita ini dipublikasi, media ini belum mendapat konfirmasi dari pihak berwenang terkait gangguan sistem internet telkomsel. ||





