“UNISAI saat ini telah memiliki delapan program studi dan telah menyusun delapan borang akreditasi, yang terdiri dari tujuh program studi dan satu institusi,” sebut Ketua LPM UNISAI, Dr. Zulfikar, M. Ag.
BANDA ACEH | INFORakyat.co – Upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi serta memperkuat kesiapan akreditasi institusi dan program studi, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia, Samalanga melakukan kunjungan resmi ke LPM Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Rabu, 8 April 2026.
Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat LPM USK ini menjadi momentum strategis dalam membangun kolaborasi kelembagaan, khususnya dalam bidang penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan peningkatan akreditasi perguruan tinggi.
Ketua LPM UNISAI, Dr. Zulfikar, M. Ag, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari langkah konkrit UNISAI dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan akreditasi yang semakin kompleks, terutama setelah adanya perubahan regulasi terbaru dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi.
"UNISAI saat ini telah memiliki delapan program studi dan telah menyusun delapan borang akreditasi, yang terdiri dari tujuh program studi dan satu institusi," ungkap Dr. Zulfikar, M. Ag.
Selain itu, dua borang tambahan, pihaknya mengaku sedang dalam proses penyusunan untuk diajukan ke LAMEMBA. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk menjalin kerja sama yang akan dituangkan dalam bentuk Nota Kesepakatan (MoA).
Adapun skema kerjasama yang disepakati, meliputi:
1. Pendampingan akreditasi institusi dan program studi
2. Penyusunan visi, misi, tujuan, dan strategi (VMTS)
3. Pelaksanaan lokakarya SPMI dan Audit Mutu Internal
4. Penguatan implementasi sistem penjaminan mutu
5. Rekrutmen dan pelatihan auditor internal
6. Benchmarking sistem penjaminan mutu
7. Pengembangan kerja sama lain dalam peningkatan standar mutu pendidikan
Pihak USK Banda Aceh juga berbagi praktik baik (best practices) dalam pengelolaan mutu, seperti sistem pengingat masa berlaku akreditasi enam bulan sebelum berakhir, pelaksanaan rapat koordinasi rutin, serta simulasi penilaian borang sebelum diajukan ke lembaga akreditasi.
LPM USK memiliki asesor nasional yang berperan dalam mereview dokumen akreditasi sehingga memastikan kualitas borang sebelum proses pengajuan.
Dipaparkan, pendampingan intensif juga diberikan kepada program studi menjelang asesmen lapangan, termasuk keterlibatan pimpinan universitas dan unit pendukung lainnya.
Baca Juga:
3 Terduga pelaku Perambahan Hutan Suaka Margasatwa Rawa Singkil, Diciduk Satreskrim Aceh Selatan
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan pejabat dari kedua institusi, di antaranya Ketua LPM USK Prof. Dr. Ir. Suhendrayatna, M.Eng, Sekretaris LPM USK Dr. Yanis Rinaldi, S.H., M.Hum, serta jajaran pimpinan UNISAI seperti Ketua LPPM.
Kemudian, Kepala Humas, dan Kepala Kepegawaian. Melalui kerja sama ini, diharapkan UNISAI dapat mempercepat peningkatan kualitas tata kelola mutu serta meraih hasil akreditasi yang unggul di masa mendatang. ||





