“Padusi Tapa Tapaktuan, Persit Kodim 0107 Aceh Selatan Kodam Iskandar Muda menebar aroma Sereh Wangi ke ibu kota negara di Jakarta. Sebanyak 600 produksi bertajuk UMKM akan tampil di Expo Balai Kartini, Jakarta pada tanggal 7–9 Mei 2026”
TAPAKTUAN | INFORakyat.CO – Peran perempuan (Padusi) yang menggeluti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Padusi Tapa binaan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Kodim 0107/Aceh Selatan Koorcab Rem 012 Teuku Umar, Pangdam Iskandar Muda, Aceh memperoleh peluang brilian tampil di ajang Event Persit Bisa 2026 Expo Balai Kartini di Jakarta
Perhelatan pameran UMKM Expo Balai Kartika di Jakarta itu akan dilaksanakan pada tanggal 7–9 Mei 2026 hingga selesai.
Informasi dihimpun, Expo Balai Kartika di Jakarta itu akan diikuti UMKM pilihan, berinovasi dan unggulan dari seluruh penjuru nusantara.
"Untuk memperoleh peluang mengikuti ajang kreatifitas, sensasional, berinovasi dan unggulan ini tidak semudah membalik telapak tangan. Butuh perjuangan kesabaran dan memiliki ciri khas tersendiri," ungkap pegiat Sereh Wangi Padusi Tapa, sereh wangi,Ny. Sinar Hayani, Selasa, 05 Mei 2026.
Ia menyebutkan, Alhamdulillah, salah satu peserta di expo Kartika Jakarta Tahun 2026, diantaranya UMKM Padusi Tapa, Tapaktuan dibawah pembinaan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Kodim 0107/Aceh Selatan.
Padusi Tapa menyiapkan sekitar 600 produk dari berbagai varian unggulan berbahan dasar sereh wangi, di antaranya minyak sereh wangi, lilin aromaterapi, sabun aromaterapi, pembersih lantai berbahan sereh, sabun cuci piring sereh, serta roll-on.
UMKM produksi berbahan baku tradisional yang digagas Ny, Sinar Hayani ini akan berkelebat untuk menyebar aroma Sereh Wangi di pusat Kota Metropolitan.
"Jika tidak ada halangan dan rintangan, mewakili Persit Kartika Chandra Kirana PD Iskandar Muda, saya mendapat kesempatan mengikuti event ternama ini," ujarnya.
Dengan sedikit tersenyum, istri prajurit TNI-AD ini mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas kesempatan yang diperoleh.
"Kesempatan ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus momentum penting untuk memperkenalkan produk olahan sereh wangi khas Aceh Selatan, provinsi Aceh ke level nasional. Semoga akan sukses," imbuhnya lagi.
Baca Juga:
Terancam Uqubat Cambuk 60 kali, Satpol PP-WH Aceh Selatan Limpahkan 2 Terduga Kasus Khamar ke Kejari
Ia mengatakan, dibawah bimbingan dan pembinaanibu-ibuPersit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Kodim 0107/Aceh Selatan Koorcab Rem 012 Teuku Umar, Pangdam Iskandar Muda, jajarannya mempersiapkan berbagai persiapan maksimal untuk berselancar di jantung ibu kota Indonesia.
Tutama adalah peningkatan kualitas produk, penataan kemasan, hingga kesiapan promosi dan display pameran. Ny. Sinar Hayani bersama tim terus memastikan seluruh produk tampil lebih menarik, modern, dan siap bersaing di tingkat nasional.
"Perjuangan ini bukan sekedar membawa bendera UMKM Padusi Tapa, tepai nama baik daerah yang berjuluk Serambi Mekkah. Kami siap bersaing elegan dan profesional," cetusnya melalui keterangan tertulis.
Seluruh produk dibuat secara bertahap dengan tetap menjaga kualitas berbahan alami dan proses tradisional khas Aceh Selatan.
Lanjut dia, setiap pembuatan minyak sereh wangi menggunakan sekitar 7–8 kilogram sereh yang direbus selama kurang lebih 12 jam untuk menghasilkan minyak berkualitas.
Semua tahapan racikan butuh ketelitian dan konsistensi agar menjadi perhatian utama produk yang ditampilkan pada event Persit Bisa 2026.
"Kami harus memastikan berbagai produk ini benar-benar mencerminkan kualitas UMKM binaan Persit, bukan sekedar inovasi," tegasnya.
Selain mempersiapkan produk, Padusi Tapa juga memperkuat identitas merek dan strategi pemasaran. Label dan kemasan produk diperbarui agar lebih informatif dan menarik, sementara promosi melalui media sosial terus ditingkatkan guna memperluas jangkauan pasar.
Bagi Sinar Hayani, mengikuti ajang Persit Bisa 2026 bukan sekadar mengikuti pameran, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar, memperluas relasi, dan memperkenalkan potensi lokal Aceh Selatan kepada masyarakat luas.
Dukungan dari keluarga besar Persit, rekan organisasi, dan masyarakat sekitar menjadi penyemangat dalam setiap proses persiapan, termasuk mengukir perjuangan di event expo Kartika di Jakarta.
Sebagai istri prajurit dan anggota Persit, ia ingin menunjukkan bahwa perempuan mampu mandiri, kreatif, dan produktif tanpa meninggalkan perannya dalam keluarga. Semangat itulah yang menjadi kekuatan utama Padusi Tapa dalam mempersiapkan diri menuju Persit Bisa 2026.
Melalui ajang ini, Padusi Tapa berharap dapat memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan nilai jual produk lokal, sekaligus menginspirasi perempuan lain untuk terus berkarya melalui usaha berbasis kearifan lokal.
Produksi asal Tapaktuan menembusi seantero Indonesia, Padusi Tapa membawa semangat baru bahwa tradisi, kreativitas, dan ketangguhan perempuan dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi dan tumpuan harapan yang membanggakan. ||













