"Kepulauan Simeulue merupakan salah satu ikon di Provinsi di Aceh, segala ketertinggalan dan kesusahan lengkap dirasakan oleh masyarakat, kami berharap di masa pemerintahan Mualem-dek Fadh bisa lebih sejahtera di segala sektor,” papar Faji Amin.
SIMEULUE, INFORakyat,co – Provinsi Aceh berjuluk Serambi Mekkah merupakan provinsi kaya akan Sumber daya alam (SDA) sejarah, budaya, bahasa dan rumpun, kini mengalami berbagai kemajuan pesat pasca-konflik dan bencana dahsyat tsunami, namun tantangan besar masih dihadapkan dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di 23 kabupaten/kota.
Simeulue salah satu kabupaten di Aceh di antara jejeran 23 kabupaten/kota, berada kurang lebih 150 kilometer dari daratan lepas pantai kawasan Barat Aceh, wilayah kepulauan itu berdiri tegar diantara hempasan badai dan gelombang, terpencil dan terasing dari transportasi darat di Samudera Hindia.
Dalam rapat paripurna DPRA baru-baru ini, salah seorang anggota legislatif Ihya Ulumuddin (AiU) berbicara lantang dan mengajak pemerintah Aceh membuka mata untuk memperhatikan Simeulue yang jauh tertinggal dari kabupaten/kota lain.
"Dia (Ihya Ulumuddin-red) getol menyuarakan persoalan-persoalan yang dihadapi warga Simeulue serta menyampaikan aspirasi rakyat berkaitan hajat dan keinginan serta harapan masyarakat di kepulauan kepada pemerintah Aceh," papar Faji Amin mengutip paparan Ihya Ulumuddin di rapat Paripurna DPRA kepada INFORakayat.co via keterangan tertulis, Rabu (28/5/2025).
Faji Amin menuturkan, selain disoroti Anggota DPRA, persoalan senada juga disampaikan oleh anak-anak muda Simeulue, para generasi muda meminta pemerintahan Aceh di bawah bendera kepemimpinan Mualem dan Dek Fadh mengedepankan nurani dalam mengalokasikan anggaran pembangunan secara merata di seluruh Aceh.
"Kepulauan Simeulue merupakan salah satu ikon di Provinsi di Aceh, segala ketertinggalan dan kesusahan lengkap dirasakan oleh masyarakat, kami berharap di masa pemerintahan Mualem-dek Fadh bisa lebih sejahtera di segala sektor, jangan terkesan termarjinal atau seperti anak tiri," papar FajiAmin.
Pesan moral anak muda Simeulue diutarakan berkaitan 4 aspek fungsi dana Otonomi Khusus (Otsus) sebagai sandaran serta harapan agar Sinabang lebih maju dan mendapat porsi prioritas layaknya kabupaten/kota lain.
"Setidaknya, apa yang disampaikan anggota DPRA Ihya Ulumuddin pantas mendapat perhatian dan kepedulian pemerintah Aceh, maupun Pusat, diantaranya perbaikan jalan di simeulue, pembangunan dermaga yang dinilai menjadi faktor utama dalam upaya peningkatan perekonomian," ungkap Faji Amin memperjelas suara yang digaungkan anggota DPRA.
Baca Juga:
Bantuan Pascabanjir Aceh Singkil Tersendat, Warga Geram Jadup Tertahan dan Rehab Rumah Belum Jalan
Dari berbagai sudut pandang untuk lajunya roda perekonomian, mewakili mahasiswa Simeulue, ia berharap pemerintah Aceh untuk memberikan dorongan berupa pelatihan (life skill) kepada anak-anak muda dan kaum perempuan di bilang Pengolahan kelapa, pertanian dan produk lokal sehingga dapat memanfaat hasil alam lebih maksimal.
"Pelatihan atau life skil sangat dibutuhkan dalam peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga generasi muda di kepulauan bisa mandiri dan memiliki keterampilan dalam mengelola sumber daya alam hingga berdaya guna, ini suara hati kami selain pemerataan Pembangunan infrastruktur," imbuhnya.
Bayangkan saja, sambung Faji Amin, diduga akibat minimnya penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja, sebagian anak-anak muda Simeulue mulai minggat dan meninggalkan pulau untuk mencari pekerjaan di luar daerah.
"Kita khawatirkan, di suatu saat nanti, penduduk Simeulue akan banyak yang hijrah ke tempat lain jika pemerintah tidak menaruh perhatian dan kepedulian terhadap akar masalah," sambung Faji Amin lagi.
Sementara itu, Gubernur Aceh Mualem jauh-jauh hari telah mengatakan, akan mengurangi pengangguran di Aceh. Karenanya, anak muda Simeulue kembali mengingatkan pemerintah Aceh untuk tidak ingkar janji dan melirik Simeulue dengan sepenuh hati.
"Sesuai dengan kultur, geografis dan penghasilan, kepulauan Simeulue paling cocok untuk dikembangkan pengelolaan kepala, solusinya diberikan pembekalan life skill untuk mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja agar bisa mandiri," pungkasnya. ||




