“Program magang akan berlangsung selama kurang lebih empat bulan, dimulai 27 April hingga 15 Agustus 2026. Kegiatan menyebar di tujuh wilayah instansi kesehatan di Aceh, yaitu Kota Banda Aceh, Aceh Tengah, Aceh Jaya, Simeulue, Aceh Singkil, Aceh Selatan, dan Subulussalam”
BANDA ACEH | INFORakyat. CO – Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Abulyatama menggelar kegiatan Coaching Magang Instansi Kesehatan (Magang Berdampak) pada 20–21 April 2026 sebagai bentuk pembekalan bagi mahasiswa sebelum melaksanakan praktik lapangan di berbagai instansi kesehatan di tujuh kabupaten/Kota.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Dr. Lensoni, M.Kes, yang dalam arahannya menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja nyata.
Ia menyampaikan bahwa magang merupakan sarana strategis bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan pengalaman praktik di lapangan.
Sebelumnya, Ketua Panitia Magang, Dian Rahayu, SKM, MKM, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan coaching ini bertujuan untuk memberikan pembekalan menyeluruh kepada mahasiswa, baik dari aspek teknis pelaksanaan, capaian pembelajaran, hingga pembentukan sikap profesional selama berada di instansi kesehatan.
Dr. Lensoni, M.Kes, juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius sebagai langkah awal menuju pelaksanaan magang yang optimal.
Mengusung tema "Integrasi Ilmu dan Praktik Mewujudkan Lulusan Kesehatan Masyarakat yang Unggul dan Responsif", kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa secara komprehensif, ungkapnya, Selasa, 21 April 2026.
Program magang sendiri akan berlangsung selama ±4 bulan, dimulai pada 27 April hingga 15 Agustus 2026, yang tersebar di tujuh wilayah instansi kesehatan di Aceh, yaitu Kota Banda Aceh, Aceh Tengah, Aceh Jaya, Simeulue, Aceh Singkil, Aceh Selatan, dan Subulussalam.
Di Kota Banda Aceh, mahasiswa akan ditempatkan di beberapa instansi seperti Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Rumah Sakit Pertamedika, serta instansi penunjang seperti Bapelkes dan Labkesmas. Sementara itu, di wilayah lainnya mahasiswa akan menjalani magang di Dinas Kesehatan dan rumah sakit setempat.
Baca Juga:
Ribet!! Tiap hari Disesaki Warga, Pelayanan Pengurusan BPJS-Kesehatan di Dinsos Aceh Selatan Lamban
Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan paparan terkait mekanisme pelaksanaan magang, penggunaan logbook, capaian pembelajaran, serta pembagian kelompok dan peminatan yang meliputi Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), Epidemiologi, dan Kesehatan Lingkungan. Mahasiswa juga dibekali dengan materi etika dan tata tertib selama menjalani magang.
Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada pemberian gambaran instansi tempat magang, mulai dari Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, hingga Bapelkes dan Labkesmas, guna memberikan pemahaman awal mengenai sistem kerja di masing-masing institusi.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari peserta. Melalui pembekalan ini, mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan magang secara profesional serta menjadi lulusan kesehatan masyarakat yang unggul, kompeten, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. ||



