Usai Disorot Peserta, Ketua Panitia FLS3N Bener Meriah, Nyatakan Penilaian Lomba sesuai Juknis

author
Iko Prananda

Kemarin, Pukul 22:39 WIB

Usai Disorot Peserta, Ketua Panitia FLS3N Bener Meriah, Nyatakan Penilaian Lomba sesuai Juknis
Razali, Ketua panitia Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2026, yang juga Ketua MKKS jenjang SMA di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, saat memberi klarifikasi tudingan penilain. INFORakyat/Iko Prananda.
“Sebagai panitia, kami bersama dewan juri sudah melaksanakan kegiatan FLS3N sesuai dengan juknis yang ada. Penilaian diberikan secara profesional dan realita,” ujar Ketua Panitia FLS3N Bener Meriah, Razali.

BENER MERIAH | INFORakyat.CO – Ketua panitia Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2026 Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Razali, memberikan klarifikasi terkait sorotan dan kritik sejumlah peserta terhadap proses penilaian lomba, khususnya pada cabang tari kreasi.

Razali yang juga menjabat sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) sekolah tingkat SMA Kabupaten Bener Meriah menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan FLS3N telah dilaksanakan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku dan menjunjung tinggi profesionalitas.

"Sebagai panitia, kami bersama dewan juri sudah melaksanakan kegiatan FLS3N sesuai dengan juknis yang ada. Penilaian diberikan secara profesional dan realita," ujar Ketua Panitia FLS3N, Razali saat INFORakyat dimintai keterangannya, agar pemberitaan Cover both sides, Sabtu, 02 Mei 2026.

Menurutnya, pihak panitia tetap berupaya menjaga profesionalisme dan objektivitas dalam pelaksanaan perlombaan. Dewan juri yang dilibatkan juga telah menjalankan tugas dan fungsinya berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditentukan.

Ia menambahkan, setiap peserta memiliki hak untuk menyampaikan pendapat maupun masukan terkait pelaksanaan kegiatan. Namun demikian, panitia berharap seluruh pihak tetap menjaga kondusifitas dan menjadikan ajang tersebut sebagai wadah pengembangan bakat serta kreativitas siswa.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ruang kepada siswa dalam menyalurkan bakat dan kreativitas di bidang seni. Kami tentu menerima masukan sebagai bahan evaluasi ke depan," katanya.

Diberitakan media ini sebelumnya, pelaksanaan FLS3N di Bener Meriah menjadi sorotan setelah muncul sejumlah unggahan di media sosial yang mempertanyakan profesionalisme dewan juri dan transparansi penilaian, khususnya pada cabang tari kreasi.

Beberapa peserta bahkan mengungkapkan dugaan adanya konflik kepentingan dalam proses penilaian. Kritik tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan menuai beragam tanggapan dari masyarakat. ||

Tags terkait :