AP3Raskin Pertanyakan Bantuan Banjir di Darul Makmur Diduga Belum Disalurkan

author
Redaksi

26 Feb 2026 01:12 WIB

AP3Raskin Pertanyakan Bantuan Banjir di Darul Makmur Diduga Belum Disalurkan
Ketua AP3Raskin Nagan Raya, Edy Azhari Pranata. Dokumen Istimewa.
“Kami mempertanyakan apa yang menjadi landasan sehingga anggaran dari pemerintah pusat untuk korban banjir justru tertahan di Pemerintah Kabupaten Nagan Raya,” ujar Edy Azhari Pranata.

NAGAN RAYA | inforakyat.coAliansi Pemuda Pemudi Peduli Rakyat Miskin (AP3Raskin) mempertanyakan dugaan belum disalurkan bantuan rehabilitasi rumah bagi korban banjir di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, hingga menjelang akhir Februari 2026.

Dugaan belum disalurkan bantuan tersebut disuarakan Ketua AP3Raskin Nagan Raya, Edy Azhari Pranata atau yang akrab disapa Bung Edy. Ia menyoroti lambannya realisasi bantuan bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor, kategori rumah Rusak Ringan (RR) dan Rusak Sedang (RS).

"Kami mempertanyakan apa yang menjadi landasan sehingga anggaran dari pemerintah pusat untuk korban banjir justru disinyalir tertahan di Pemerintah Kabupaten Nagan Raya," ujar Edy Azhari Pranata dalam keterangannya, Selasa 25 Februari 2026.

Menurut Ketua AP3Raskin, bantuan tersebut sebelumnya telah diserahkan secara simbolis oleh perwakilan ahli dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Brigjen TNI (Purn) Jahidin Chili kepada Wakil Bupati Nagan Raya, Raja Sayang, pada Jumat 13 Februari 2026, di Kantor Camat Darul Makmur.

Dalam seremoni tersebut, sejumlah warga bahkan sempat difoto sambil memegang papan informasi bertuliskan nominal bantuan rehabilitasi rumah, yakni Rp15 juta untuk kategori Rusak Ringan (RR) dan Rp30 juta untuk kategori Rusak Sedang (RS).

Namun hingga kini, kata Edy, masyarakat yang terdampak banjir mengaku belum menerima dana bantuan sebagaimana yang diumumkan dalam acara tersebut.

"Anggaran pusat disebut-sebut sudah diserahkan jauh hari sebelum seremoni pada 13 Februari 2026. Tetapi sampai sekarang masyarakat Darul Makmur belum menerima bantuan itu. Ini menimbulkan tanda tanya besar," tegasnya.

AP3Raskin menilai lambannya penyaluran bantuan berpotensi memperpanjang penderitaan korban banjir yang rumahnya membutuhkan perbaikan segera.

Edy Azhari meminta Pemerintah Kabupaten Nagan Raya memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait proses dan mekanisme pencairan anggaran tersebut.

"Jika bantuan cepat disalurkan, masyarakat bisa segera memperbaiki rumah mereka. Keterlambatan ini sama saja dengan memperpanjang kesengsaraan korban banjir," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan aparatur desa setempat. Namun, menurut pengakuan keuchik (kepala desa), belum ada informasi maupun kejelasan mengenai realisasi dana bantuan tersebut.

AP3Raskin mendesak pemerintah daerah untuk transparan dan tidak menunda-nunda penyaluran anggaran yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Nagan Raya terkait keterlambatan penyaluran bantuan tersebut. Media ini masih menunggu keterangan dan penjelasan resmi dari pihak terkait. ||

Tags terkait :