“Nama Ketua PWI Aceh Selatan Yunardi M. Is dicatut orang tidak bertanggungjawab, pesan WhatsApp meminita tolong dengan alasan sakit berselancar ke sejumlah orang hingga ke pejabat”
TAPAKTUAN, INFORakyat.co – Nama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Aceh Selatan dicatut orang tidak dikenal, modusnya mengaku sedang sakit selama satu minggu dan minta tolong ditindaklanjuti.
Aksi pencatutan nama ketua PWI Aceh Selatan ini terendus melalui WhatsApp grup (WAG) keluarga besar PWI Aceh, pasalnya teman-teman berusaha mengcross cek kebenarannya, apakah nomor kontak 081217437-0552 itu benar Yunardi M.Is atau orang lain.
Ketua PWI Aceh Selatan Yunardi M. Is mengaku terkejut mendapat pemberitahuan ada pihak yang membawa-bawa namanya ke sejumlah orang, baik kalangan keluarga besar PWI maupun di jajaran pejabat teras di Aceh Selatan.
"Saya tidak pernah menggunakan nomor kontak lain selain yang beredar ke sejumlah orang, termasuk di grup keluarga besar PWI Aceh dan kalangan pejabat. Perlu ditegaskan, nomor itu bukan milik saya, ada oknum yang tidak bertanggung jawab mencoba melakukan aksi penipuan dengan mencatut nama pribadi saya," terang Yunardi kepada INFORakyat.co, Rabu (23/4/2025).

Untuk menghindari aksi penipuan dan jatuh korban pengibulan, pihaknya meminta kepada publik, sanak famili, para sahabat, pejabat, kalangan keluarga besar PWI dan mitra kerja agar tidak merespon permintaan bantuan apapun dengan berdalih minta tolong.
"Saya menduga ada pihak tertentu yang mencoba mencari keuntungan dengan cara-cara tidak baik, alih-alih reputasi saya selaku ketua PWI tercemar. Nomor kontak saya belum pernah diganti, masih 08536161-XXXX. Persoalan ini perlu diluruskan demi menghindari korban penipuan," tegasnya.
Menurut Yuyun, selama beberapa bulan terakhir aksi serupa marak dilakoni oknum penipu, berdalih pejabatlah, bupatilah dan sebagainya. Kondisi ini bukan hanya menyeret reputasi dan nama baik orang tetapi turut mencemarkan kelembagaan, apabila tidak diselidiki kebenarannya..
"Beruntung kawan-kawan dan para pejabat cepat mengkonfirmasi, jika tidak bisa saja dianggap saya sedang sakit dan butuh bantuan. Zaman secanggih ini koq masih ada orang iseng-iseng melakukan penipuan dengan cara-cara bodoh dan merusak citra orang lain," imbuhnya.
Melalui pemberitaan ini, pihaknya meminta semua kalangan dan masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati, berbagai modus penipuan bisa terjadi melalui aplikasi kecanggihan elektronik.
"Mohon tetap waspada, penipu setiap saat mengintai mangsa dengan beraneka modus. Hindari sebelum terjebak," pungkasnya. ||





