“Senyum dan tawa riangnya pudar, menunggu operasi di RSUP Adam Malik, Medan. Dia adalah Muhammad Abiel Alkhair, bocah laki-laki berusia 3 tahun 10 bulan asal Desa Air Sialang Tengah, Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan, terbaring lemah akibat menderita bocor jantung”
TAPAKTUAN | INFORakyat.co - Muhammad Abiel Alkhair, bocah laki-laki berusia 3 tahun 10 bulan asal Desa Air Sialang Tengah, Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan, di vonis dokter mengalami kebocoran jantung sejak masih bayi.
Lahir ke dunia, Muhammad Abiel Alkhair dihadapkan dengan penderitaan bawaan, wajah lesunya kadang-kadang dipaksakan tertawa, bocah tidak berdosa itu bolak-balik di gendongan orang tua menuju Tapaktuan – Banda Aceh untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan rutin.
Prihatin dan menggugah perasaan umad, ayah Abiel, Rino Saddam Husen, bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tidak menentu.
Sementara sang ibu, Ulka Rianti, adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari merawat putra semata wayangnya yang terbelenggu bocor jantung. Kehidupan keluarga itu masuk kategori kurang mampu, namun dihadapkan dengan nestapa panjang.
Dihimpun dari berbagai sumber, harapan kesembuhan Abiel memasuki fase menentukan di ruang operasi yang diagendakan akan berlangsung di rumah sakit H. Adam Malik, Medan pada awak Juli 2026 mendatang.
Baca Juga:
DEMA Cup Barsela ditutup, Mahasiswa Sorot Minimnya Dukungan Pimpinan Kampus STAIN TDM Aceh Barat
"Kami hanya berharap ada bantuan dari para dermawan maupun perhatian dari pemerintah agar pengobatan anak kami dapat berjalan lancar. Bukan bermaksud meminta-minta, tetapi memang berada pada posisi genting," ujar keluarga pasien kepada wartawan, Sabtu, 27 Juni 2026.
Jika kita kaji lebih jauh, tutur keluarga pasien, apa yang sudah ditempuh dan diperjuangkan orang tua Abiel, lebih dari maksimal. Kehidupan perekonomian yang sulit, pantas mendapat perhatian dermawan apalagi dari pemerintah.
Untuk menjalani tindakan operasi jantung di Medan, kiranya butuh biaya pendampingan, transportasi, akomodasi, serta kebutuhan selama proses pengobatan menjadi beban berat bagi pihak keluarga kecil ini.
Dikatakan, pasutri Rino dan Ulka, Abiel bukan hanya anak semata wayang, tetapi juga harapan terbesar dalam hidup mereka.
Dengan segala keterbatasan ekonomi, keduanya tetap berusaha memberikan kesempatan terbaik agar putra mereka dapat tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya.
Ketua Komunitas Wisata Tuan Tapa yang juga Pembina SODARA (Solidaritas Donor Darah Aceh Selatan), Muchsin, ST, didampingi Ketua Relawan SODARA Irwandi beserta para relawan lainnya, mengajak masyarakat, para donatur, dan pihak-pihak yang memiliki rezeki lebih untuk turut membantu pengobatan Abiel.
"Mari kita bersama-sama membantu saudara kita yang sedang berjuang mendapatkan pengobatan di luar Aceh. Sekecil apapun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi keluarga ini," kata Muchsin.
Bagi masyarakat yang ingin membantu pengobatan Muhammad Abiel Alkhair, bantuan dapat disalurkan langsung kepada orang tua pasien melalui. Nomor HP/WhatsApp: 0852-7751-3401. Rekening donasi: BSI: 9862123900 Bank Aceh: 68002200046644 Atas nama: Rino Saddam Husen.
Dilihat dari berbagai sudut, keluarga Rino dan Ulka ini, masih punya harapan namun jeratan ekonomi menjadikan dinding penghalang untuk berjuang terhadap kesembuhan si buah hati.
Uluran tangan dari para dermawan diharapkan dapat menjadi secercah harapan bagi perjuangan Abiel menuju kesembuhan.
"Jika bukan kita dan uluran tangan pemerintah, siapa lagi yang peduli. Tersenyumlah Abiel, akan muncul secercah harapan agar dirimu sehat. Yakinlah, pemerintah akan hadir dan tidak membiarkan Abiel terlelap sendiri menghadapi kesusahan," imbuh sejumlah warga menyemangati. ||




