"Langkah pertama yang harus dilakukan seseorang yang ingin mampu berbicara di depan umum adalah melatih dirinya secara terus-menerus. Kepercayaan diri tidak muncul secara instan, tetapi dibangun melalui latihan yang konsisten," ujar dosen Fakultas Teknik USK, Dr. Syaifullah Muhammad.
BANDA ACEH | INFORakyat.co– Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Aceh menggelar Workshop Public Speaking bagi mahasiswa dan masyarakat umum di Peunayong, Banda Aceh, Sabtu 27 Juni 2026.
Kegiatan Workshop Public Speaking berlangsung pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, diikuti puluhan peserta yang mayoritas merupakan kalangan anak muda.
Workshop menghadirkan dosen Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Syaifullah Muhammad, sebagai narasumber.
Baca Juga:
DEMA Cup Barsela ditutup, Mahasiswa Sorot Minimnya Dukungan Pimpinan Kampus STAIN TDM Aceh Barat
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kemampuan berbicara di depan umum sebagai salah satu kompetensi yang harus dimiliki setiap individu.
Menurut Dr. Syaifullah, banyak faktor yang membuat seseorang enggan menyampaikan pendapat di depan publik.Namun kata dia, faktor yang paling dominan adalah rasa takut dan percaya diri melakukan kesalahan yang berujung pada rasa malu.
"Langkah pertama yang harus dilakukan seseorang yang ingin mampu berbicara di depan umum adalah melatih dirinya secara terus-menerus. Kepercayaan diri tidak muncul secara instan, tetapi dibangun melalui latihan yang konsisten," ujarnya.
Ia menjelaskan, kemampuan komunikasi merupakan salah satu tolok ukur yang digunakan masyarakat dalam menilai kapasitas seseorang.
Karena itu, tambahnya, keterampilan menyampaikan ide dan gagasan menjadi modal penting untuk memperoleh kepercayaan di lingkungan sosial maupun dunia profesional.
Dr. Syaifullah berharap workshop tersebut dapat menjadi awal tumbuhnya kesadaran peserta akan pentingnya menguasai public speaking.
"Lawan rasa takut dan teruslah berlatih. Dengan latihan yang intensif, kepercayaan diri akan tumbuh dan kemampuan berbicara di depan umum akan semakin baik," katanya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha KAHMI Aceh, Zulfikar Lidan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab organisasi dalam mempersiapkan lahirnya pemimpin-pemimpin muda di Aceh.
Menurutnya, saat ini semakin sedikit generasi muda yang berani menyampaikan pandangan di depan umum. Kondisi tersebut, kata dia, tidak terlepas dari perubahan pola interaksi akibat perkembangan teknologi digital.
"Anak-anak muda sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan telepon genggam dibandingkan mengikuti proses pembelajaran secara langsung. Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kembali kesadaran bahwa kemampuan berkomunikasi adalah keterampilan yang sangat penting bagi masa depan mereka," ujar Zulfikar.||




