"Rasa trauma masih membelenggu penduduk akibat peristiwa pembunuhan sadis, saya sempat melihat pelaku memasukan golok ke selongsong (sarung) dan menyaksikan korban terkapar bersimbah darah," ucap Saipul Bahri.
KUTACANE, INFORakyat.co - Pembunuhan sadis yang menewaskan 5 orang dan 1 orang korban lagi masih di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sahudin Kutacane, hingga hari ketiga pelakunya belum tertangkap.
Buntutnya, warga di desa Uning Sigugur, Kecamatan Babul Rahmah, Aceh Tenggara resah dan ketakutan sehingga tidak berani keluar rumah.
Pasca kejadian pembunuhan terhadap 5 orang hingga tewas dan satu orang harus dilarikan ke RSUD setempat, menggemparkan penduduk Aceh Tenggara. Peristiwa tragis itu terjadi pada Senin siang, 16 Juni 2025.
"Kami sangat takut bang, dan saya sempat menyaksikan pelaku pegang golok setelah mengeksekusi korban membunuh," ucap Saipul Bahri warga setempat saat disambangi INFORakyat untuk diwawancarai Rabu, (18/6/2025).

Menurut Saipul Bahri, pihaknya sempat menyaksikan usai pelaku Ardian Syaputra membantai bibinya serta tiga sepupunya. Ketika ada tetangga menjerit minta tolong, korban pun menjadi sasaran keganasan pelaku yang sekarang korban sadang di rawat RSUD Salahudin Kutacane, atas nama Matia.
Melihat ke lima korban bersimbah darah dia berlari meminta pertolongan warga lainnya, tak berselang waktu pelaku kemudian menghabisi pamannya bernama Hidayat di salah satu kedai kopi yang berjarak hanya berkisar 200 meter dari kejadian awal.
Rasa trauma masih membelenggu penduduk akibat peristiwa pembunuhan sadis, saya sempat melihat pelaku memasukan golok ke selongsong (sarung) dan menyaksikan korban terkapar bersimbah darah," ucap Saipul Bahri dengan nada trauma.
"Saya sempat melihat Ardian Syahputra memasukan golok ke dalam sarung dan menyaksikan korban bersimbah darah, saat mau meminta pertolongan warga, namun tidak berselang lama dari awal kejadian, pelaku juga menghabisi pamannya bernama Hidayat di salah satu kedai kopi yang tidak jauh dari lokasi kejadian awal," jelas Saipul Bahri.
Baca Juga:
Bantuan Pascabanjir Aceh Singkil Tersendat, Warga Geram Jadup Tertahan dan Rehab Rumah Belum Jalan

Terus terang, tutur Saipul, pasca kejadian tersebut, warga Uning Sigugur merasa cemas karena dikhawatirkan pelaku akan datang ke lokasi kejadian, bahkan beberapa tetangga harus meninggalkan rumah mereka karena belum kunjung tertangkap hingga hari ketiga.
"Kami berharap pihak kepolisian secepatnya melakukan penangkapan terhadap pelaku mengingat sadisnya perbuatan yang dilakukan," harapnya.
Sementara itu, Kepala desa Uning Sigugur, Ali Amran menyebutkan nama- nama korban yang meninggal dunia akibat dibunuh pelaku di siang bolong.
Korban meninggal dunia adalah, Nayan Basri dan Hidayat merupakan warga Desa Uning Sigugur, Evi Yana (16), Laura (13) dan Fajri (2) merupakan warga Desa Lenggare Kecamatan Lawe Alas.
Kemudian Matia merupakan penduduk Rambung Tubung, Kecamatan Babul Rahmah yang selamat masih dirawat di RSUD Sahudin.
Untuk memberi kenyamanan kepada warga Desa Uning Sigugur dan sekitarnya, penduduk telah membentuk tim jaga malam yang terdiri dari warga, TNI dan Polri.
"Untuk memberi kenyamanan kepada warga pihaknya telah membentuk tim jaga malam yang terdiri dari warga, TNI dan Polisi" himbuh Ali Amran. ||




